Didukung Perbankan Bupati Loekman Yakin Mampu Sejahtrakan Petani Lamteng

Lampung Tengah, INTAILAMPUNG.COM – PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) bersama Lembaga Amil Zakat (Laznas) BSM Umat, dukung Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah ( Pemkab-Lamteng) dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Bukti dukungan tersebut, di buktikan dengan di resmikannya, penggilingan padi dan produksi Padi Sehat Gasera binaan PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) yang secara langsung diresmikan oleh Bupati Lampung Tengah Loekman Djoyosoemarto, S.Sos.
Loekman mengatakan, bahwa adanya program tersebut, sangat menguntungkan Pemerintah Daerah dan para petani di Kampung Rejo Asri Seputih Raman. Sehingga dengan adanya padi Sehat ini, akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Adanya produk padi sehat tanpa bahan Kimia, bisa menjadi contoh para petani lainya agar bisa  melakukan nya,dengan adanya padi tanpa Bahan kimia, ini lebih baik untuk kesehatan,” ucap Loekman, Senin, (18/2).
Dedak Hasil Pengilingan Dijadikan Pakan Ikan
Loekman meminta, agar dedak hasil penggilingan Beras Sehat jangan di jual ke tempat lain. “Kita akan ambil untuk pembuatan pakan ikan, nanti kordinasi dengan dinas Perikanan dan Peternakan. Kita punya program pembuatan pakan ikan, dengan memakai dedak dari Padi Sehat. Pasti akan baik untuk budidaya ikan,” cetusnya.
Sementara dikesempatan yang sama, Direktur Mandiri Syariah Putu Rahwidhiyasah menjelaskan, dengan peluncuran Desa Berdaya Sejahtera Mandiri di Desa Rejo Asri, desa BSM merupakan program yang dilakukan dalam upaya penguatan ekonomi, sosial dan lingkungan melalui pengembangan sumberdaya lokal.
“Desa Berdaya Sejahtera Mandiri juga merupakan salah satu kontribusi Mandiri Syariah sebagai upaya mendukung pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional,” jelas Putu.
Mandiri Syariah senantiasa berusaha menyelaraskan antara kepentingan ekonomi (profit), sosial, dan lingkungan hidup (planet) sehingga mampu mendorong terciptanya pertumbuhan yang berkelanjutan.
“Semoga keberadaan Desa Berdaya Sejahtera Mandiri ini memberi manfaat bagi petani, dan apa yang kami lakukan menjadi berkah bagi negeri,” tambah Putu.
Program Desa Berdaya Sejahtera Mandiri pada tahun ini menyasar sektor pertanian dengan memberdayakan kelompok-kelompok tani melalui pengembangan klaster usaha agribisnis (hulu-hilir).
Ada 100 orang petani sebagai pemetik manfaat (mustahik) di Desa Rejo Asri ini dengan luas lahan 25 Ha dari total luas lahan pertanian di lokasi program seluas 670 Ha.
Adapun total biaya yang dikeluarkan untuk program ini sekitar Rp3,7 miliar dengan jangka waktu selama dua tahun.
Penguatan usaha pertanian yang akan dilakukan, yaitu mengembangkan pola pertanian ramah lingkungan (pertanian sehat) sebagai upaya menjaga sistem pertanian yang berkelanjutan.
Secara umum konsep pertanian sehat saat ini terus didorong pengembangannya di seluruh dunia yang dilakukan melalui pendekatan “Good Agricultural Practices” (GAP).
Secara mendasar konsep pertanian sehat merupakan sebuah proses dalam budidaya tanaman yang memprioritaskan pada penggunaan bahan-bahan alami yang ramah lingkungan, efisien (mudah-murah) namun tetap dapat menjaga produktivitas serta kualitas hasil pertanian.
Sekretaris Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Lampung Tengah, Edi Daryanto menyambut baik program Desa BSM yang diluncurkan Mandiri Syariah, karena bisa mendorong peningkatan kesejahteraan petani untuk menghasilkan pangan sehat.
Ia menjelaskan, Kabupaten Lampung Tengah merupakan daerah yang mempunyai areal tanam padi cukup luas mencapai 82.000 ha, dan yang terbesar berada di Kecamatan Seputih Raman seluas 7.025 ha.
Pihaknya terus mendorong petani untuk melaksanakan budidaya padi sehat, yang telah dilakukan di beberapa titik di Lampung Tengah, salah satunya di Desa Rejo Asri.
“Kami harapkan apa yang telak dilakukan oleh Gapoktan Subur Asri bersama Syariah Mandiri bisa dicontoh oleh petani atau kelompok petani lainnya untuk mengembangkan pertanian sehat,” kata. (intai).

Baca Juga

LAINNYA