Layakkah Mobil Baru Untuk Pejabat Lamteng Disaat Rakyat Masih Menderita ?

OPINI – Disaat pemulihan ekonomi usai terpuruk akibat pandemi covid 19 beberapa tahun terakhir, Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah, menganggarkan dana milayaran rupiah untuk membeli 4 unit kendaraan dinas (Randis) baru untuk Bupati, Ketua DPRD, dan pejabat tinggi lainnya.

Apakah Pemerintah Kabupaten ini sudah tidak peka lagi melihat kondisi yang dihadapi oleh masyarakat sekarang, atau Sense Of Crisis. Bahkan dianggap sudah tidak memiliki empati sama sekali terhadap keadaan ekonomi masyarakat saat ini yang baru saja terpuruk beberapa tahun akibat pandemi covid yang menyerang hampir di seluruh dunia.

Seharusnya Pemkab.Lamteng, lebih serius membantu pertumbuhan ekonomi masyarakat atau UMKM yang terdampak. Atau dana pengadaan 4 randis itu bisa di alihkan untuk perbaikan infrastruktur jalan yang bisa dikatakan 75 persen tidak layak untuk di lalui.

Benar, dan kita memahami bahwa anggaran 4 unit mobil dinas baru itu merupakan hak Kepala Daerah. Namun, Kepala Daerah seharusnya bisa mengambil keputusan yang tepat di tengah keadaan mayoritas masyarakat Kab.Lamteng adalah bergantung pada pertanian yang memerlukan infrastruktur jalan yang memadai untuk mobilisasi ekonomi lebih baik.

Tidak salah apabila ada masyarakat yang mengatakan bahwa Bupati Musa mengaku sebagai pelayan masyarakat tetapi lebih enak dari pada masyarakat yang di layaninya. Sementara di setiap kesempatan ataupun kegiatan masal sang Bupati selalu menyampaikan bahwa dirinya hanyalah seorang pelayan bagi masyarakatnya. Tetapi antara fakta dan kata itu bertolak belakang dengan keadaan yang sebenarnya.

Pertanyaannya apakah seurgen itukah situasi dan keadaan Randis yang saat ini digunakan oleh para pejabat di Kab.Lamteng ini, sehingga harus membeli randis baru. Bahkan kalau dilihat dari keadaan dan randis yang saat ini ada bisa dikatakan lebih dari kata layak untuk di gunakan kalau sekedar untuk menjalankan tugas sehari-hari. (ki)