Kasus Perundungan di Katibung Hanya Salah Paham, Siswi Bisa Ikut Ujian

Ket, foto : Pihak sekolah saat mediasi dengan orang tua murid terkait kasus perundungan karena menunggak pembayaran SPP. (Dokumen SMKN 1 Katibung).

INTAILAMPUNG.COM Mengenai persoalan perundungan siswi di SMKN 1 Katibung, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung, Tommy Efra Handarta mengaku telah mendengarkan klarifikasi dari pihak sekolah dan MKKS. Dinas memastikan itu bukan kasus perundungan.

Ia menjelaskan, persoalan tersebut telah diselesaikan dan dimediasi oleh Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Lampung Selatan (Lamsel). Dan dipastikan itu hanya salah paham.

“Sudah kami panggil MKKS dan sekolah untuk klarifikasi dipastikan tidak ada kasus perundungan hanya kesalah pahaman,” terang Tommy, Selasa, (21/02/2023).

Ditemui di lingkungan Disdikbud Lampung, Ketua MKKS SMK Lamsel, Kalimo mengatakan, dalam klarifikasi ke dinas, pihaknya telah menyampaikan bahwa kasus tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan dan hanya salah paham.

“Kami sudah menyampaikan ke Disdik ini hanya salah paham saja antara guru dan orangtua murid,” ujar Kalimo.

Pihaknya juga telah melakukan mediasi antara pihak SMKN 1 Katibung dengan orangtua murid berinisial A yang sebelumnya tidak dapat mengikuti ujian akibat menunggak pembayaran SPP.

“Kami juga sudah menjelaskan kepada pihak orangtua agar anaknya tetap bisa mengikuti ujian tanpa ada kendala,” kata dia.

Sementara Kepala SMKN 1 Katibung, Suparman mengatakan, perihal adanya tunggakan SPP pada salah satu siswinya yang berakibat tidak bisa mengikuti ujian, sekolah telah membebaskan biaya tersebut.

“Sebelumnya kan persoalan karena SPP pada salah satu siswi kami, itu sudah dibebaskan tidak perlu membayar tunggakan, dia sudah bisa kembali mengikuti aktifitas belajar di sekolah,” ujar Suparman.

Ia menjelaskan, kejadian bermula saat adanya kerja kelompok, guru yang mengajar hanya meminta murid untuk saling bekerja sama dan tidak saling mengandalkan teman.

  Heboh!! Bupati Qudrotul Ikhwan Bungkam Tidak Mau Temui Masyarakat Kabupaten Tulang Bawang Dalam Menyampaikan Aspirasi

“Guru cuma minta murid dapat bekerja sama dalam mengerjakan tugas kelompok, jangan jadi parasit yang bisanya hanya mengandalkan teman saja. Jadi bukan ditujukan untuk per individu,” bebernya.

Laporan/editor: Ibrahim Hayat.