INTAILAMPUNG.COM – Bentuk rasa syukur diterima Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Sahrin, warga Kampung Haduyang Ratu, rela berjalan kaki sampai ke rumah.
Hal ini menjadi salah satu kisah perjuangan puluhan ribu bahkan jutaan honorer yang telah menunggu selama belasan hingga puluhan tahun mengabdi, untuk diangkat sebagai pegawai pemerintah di negara ini.
Kisah Sahrin berjalan kaki dari Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) di Kecamatan Gunung Sugih, Kabupaten Lamteng, menuju kediamannya di Kampung Haduyang Ratu, Kecamatan Padang Ratu, Lamteng, merupakan niat-nya (Nazar) sejak lama.
“Ini sudah menjadi Nazar saya untuk berjalan kaki dari BKPSDM menuju rumah saya di Kampung Haduyang Ratu, Kecamatan Padang Ratu,” jelas Sahrin seperti dikutip dari infokyai, Kamis, (1/1/2026).

Menurut Sahrin, perjalanan yang ditempuhnya kurang lebih 29 km, membutuhkan waktu kurang lebih sembilan setengah jam.
Ia pulang dengan berjalan kaki dari Kantor BKPSDM dari Pukul 11.30 Wib dan tiba di rumah Pukul 22.00 Wib, bahkan dirinya sempat beberapa kali berhenti karena hujan turun.
“Jam setengah 12 siang sampai rumah jam 10 malam dan sempat berhenti karena hujan deras di Kampung Negara Aji Tua, Kecamatan Anak Tuha,” jelasnya.
Ia menyebut, penantian selama 16 tahun, sejak 2009 bertahan sebagai honorer di Kecamatan Padang Ratu hingga beberapa hari kemarin ia bersama ribuan rekan-rekannya mendapatkan petikan SK yang di serahkan oleh Plt. Bupati Lamteng, l Komang Koheri di Sesat Nuwo Balak beberapa hari lalu, kepada ribuan tenaga honorer diangkat menjadi P3K Pemkab Lamteng.

“Saya mengabdi sudah 16 tahun, dari tahun 2009 hingga sekarang di Kecamatan Padang Ratu Kab Lampung Tengah,” tuturnya.
Sahrin dan ribuan honorer lainnya, merasa bersyukur, akhirnya penantian panjang dengan ketidakpastian terjawab. Menurutnya, status yang di terimanya ini merupakan jawaban atas doa dan harapan keluarganya selama ini.
Bagi Sahrin serta ribuan honorer lainnya, penyerahan SK itu bukan sekadar seremoni administratif. Namun, banyak kisah yang tidak bisa di ucap dan di catat.
Saat prosesi penyerahan SK P3K itu, tampak dari wajah-wajah mereka tergambar kelegaan, kebanggaan dan rasa syukur yang sulit disembunyikan. Dan hal itu merupakan kado di akhir tahun yang sangat berarti, bukan hanya bagi mereka, tetapi juga bagi keluarga yang setia mendampingi perjuangan panjang selama ini. (rki/red)












