Waspada Difteri, Status Rawa Betik Ditetapkan KLB, Puskesmas Seputih Surabaya Laksanakan ORI Difteri

INTAILAMPUNG.COM – Puskesmas Seputih Surabaya, Kabupaten Lampung Tengah laksanakan kegiatan Outbreak Response Immunization (ORI) Difteri putaran satu di Kampung Rawabetik, Kamis (15/1/2026).

Kegiatan imunisasi ORI Difteri ini bakal dilakukan sebanyak tiga putaran.

Tindakan ini merupakan respon cepat pemerintah setelah adanya satu kasus positif di wilayah setempat, dan ditetapkannya status sebagai kejadian luar biasa (KLB).

ORI Difteri dipusatkan di tiga titik. Yakni di SDN 1 Rawabetik, Posyandu Makmur dan Posyandu Subur.

Sasaran dari kegiatan tersebut adalah anak usia 2 bulan sampai usia kurang dari 17 tahun, dan dikhususkan untuk warga kampung setempat.

Kepala Puskesmas Seputih Surabaya I Gusti Yoga, S.K.M., M.Kes., mengatakan jumlah sasaran untuk anak usia 2 bulan sampai usia kurang dari 17 tahun sebanyak 549 orang.

Kemudian dewasa yang merupakan dewan guru SDN Rawabetik sebanyak 11 dan orang tua murid kontak erat satu rumah 2 orang. Total sasaran, 562 orang

“Realisasi hari ini yang mendapatkan pelayanan ORI Difteri sebanyak 511 orang. Untuk yang ditunda mendapatkan pelayanan imunisasi karena sakit atau sedang bepergian berjumlah 11 orang. Sehingga realisasinya mencapai 90,93 persen,” kata dia.

Gusti Yoga menambahkan, kegiatan ORI Difteri merupakan upaya untuk memutus rantai penularan penyakit difteri dalam rangka mengendalikan KLB.

“Ini adalah upaya menghentikan penyebaran difteri yang berbahaya terutama setelah ditemukannya kasus di wilayah ini,” katanya.

Selain itu, sebagai upaya meningkatkan kekebalan kelompok atau herd immunity untuk melindungi masyarakat.

Dia berharap dengan kejadian kasus Difteri ini menyadarkan dan menggugah seluruh lapisan masyarakat untuk lebih peduli dan termotivasi dalam upaya pencegahan penyakit dan peningkatan kesehatan, sebagai investasi di bidang kesehatan. Salah satunya adalah imunisasi dasar pada bayi dan balita serta imunisasi booster pada usia sekolah untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan membangun kekebalan kelompok (herd immunity) terhadap penyakit menular berbahaya

  Foto Gagah Tampan Komisioner Bawaslu Tanpa Nama dan Jabatan 

“Imunisasi dasar lengkap untuk balita itu wajib dilaksanakan untuk mencegah hal seperti ini terulang kembali baik penyakit difteri maupun lain-lain yang dapat dicegah dengan imunisasi,” ucapnya.

Selanjutnya, dia juga berharap program ORI Difteri dapat berjalan sukses hingga putaran ketiga. Lalu kejadian ini tidak menyebar kemana-mana.

“Ini menjadi evaluasi kita semua untuk bersama-sama meningkatkan pengetahuan serta pemahanan masyarakat. Dan mendorong kemauan untuk melakukan upaya pencegahan, seperti mengizinkan anaknya untuk imunisasi,” harapnya.

ORI Difteri di Rawabetik juga dipantau oleh Camat Seputih Surabaya Eko Meidianto, perwakilan Polsek Seputih Surabaya dan petugas Dinas Kesehatan Lampung Tengah. (frt/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *