Pembangunan SMK SMTI Bandar Lampung Kanggkangi UU

 

Bandar Lampung, Intailampung.com-Pembangunan pengadaan renovasi gedung pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan SMTI Bandar Lampung yang bersumber dari anggaran APBN 2019 Kementrian Perindustrian, sepertinya tidak akan sesuai harapan, jika pembangunan pekerja mengabaikan keamanan, keselamatan kerja (K3) dan mengangkangi UU No.2 tahun 2017 tentang Jasa Kontruksi. Tentu hal ini disebabkan ketidakporfesionalan rekanan dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam pelaksanaan pengerjaan. Tidak profesionalnya rekanan dan PPK dapat dilihat dari banyaknya pekerja di lokasi yang mengabaikan K3.

Berdasarkan pantauan di lapangan, mayoritas pekerja tidak menggunakan sabuk pengaman, tidak memakai helem, tidak menggunakan sepatu pengaman, tidak menggunakan masker dan penutup telinga. Parahnya banyak pekerja hanya menggunakan sandal jepit, yang tentu sangat membahayakan.

Ketidakprofesionalan rekanan tersebut harus mendapatkan sanksi tegas. Kontraktor yang lalai dalam K3 dan mengabaikan SOP (prosedur operasi standar), bahkan hingga mengakibatkan kecelakaan kerja, harus dikenakan denda administratif sesuai UU Jasa Konstruksi. Dimana pasal 96 UU Jasa Konstruksi menyatakan, setiap penyedia jasa dan/atau pengguna jasa yang tidak memenuhi standar keamanan, keselamatan, kesehatan, dan keberlanjutan dalam penyelenggaraan jasa konstruksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59 ayat 1 dikenai sanksi administrative. Dimana PPK selaku pejabat berwewenang harus tegas. Jangan Lembek, sebab dia merupakan perpanjangan tangan negara. Jika PPK Lembek, patut diduga dia telah mendapatkan sesuatu dari rekanan. Beri sanksi. Bila perlu PPK merekomendasikan perusahaan bersangkutan ke Asosiasi agar SBU, SKT, SKA dan lainnya dicabut. Agar ada efek jera.

Berdasarkan data dihimpun anggaran untuk pembangunan itu sebesar Rp6,9 miliar. Dan spesifikasi pekerjaan renovasi gedung pendidikan dari dua lantai menjadi empat lantai.

Sayang saat dikonfirmasi, Satpam setempat melarang awak media untuk melakukan konfirmasi para pekerja yang mengabaikan K3 dan pemenang tender yang mengerjakan.

  Terpilih Secara Aklamasi, Tondi Pimpin MPC-PP Kota Metro

Baca Juga

“Jangan foto-foto,” kata Satpam tersebut. (INTAI)

 

LAINNYA