Intailampung.com-Melepas kota Jabung yang memiliki paradigma ‘kampung begal’. Usman, tokoh Jabung Kabupaten Lampung Timur, yang sekaligus calon legislatif (Caleg) daerah pemilihan (dapil) IV meliputi Kecamatan Jabung, Pasir Sakti, Gunung Pelindung dan Marga Sekampung, memiliki teroboson, ia akan menggandeng remaja Islam masjid (Risma) dan pemuda/pemudi setempat, untuk melakukan pemberdayaan sumber daya manusia (SDM).
Usman sendiri tak marah jika Jabung di cap dengan julukan kampung begal. “Warga Jabung itu sangat baik, ramah, bayangkan pengakuan ini salah satunya dari anak kuliah kerja nyata (KKN) dari perguruan tinggi. Mereka banyak yang mengakui warga Jabung tidak seperti orang yang santer terdengar negatif,” kata Usman dalam perbincangan dengan redaksi Intailampung.com, Selasa (30/5/2023)
Kecintaan dengan kampung halaman, Usman akan membuktikannya dalam waktu dekat. Dirinya akan melakukan audensi dengan Kapolda Lampung, Gubenur, Bupati bahkan Kementrian untuk niatan dirinya memperdayakan pemuda asal Jabung. Tujuan audensi dilakukan bisa diberikan pelatihan jika nanti berkerja kita salurkan pekerjaan. Jadi pihaknya minta petunjuk ke Gubernur, agar tidak ada simpang siur kurang enak Kecamatan Jabung karena dinilai ‘Menyeramkan”
“Kita akan membuatkan badan hukumnya, agar pemuda-pemudi asal Jabung ini bisa diberdayakan, mulai diberikan keterampilan, pekerjaan baik swasta dan BUMN,” kata Usman.
Pria kelahiran 7 Oktober 1971 di Jabung, ini juga sudah membuktikan melakukan pembinaan dengan mereka sudah mempunyai usaha yang sudah cukup mapan, telah memiliki kendaraan dan rumah. Yaitu berdagang di Simpur.
Usman menyebutkan, sumber daya manusia (SDM) warga Jabung luar biasa, karena banyak berkerja di luar provinsi, luar negeri mulai dari Taiwan, Korea, Arab, Malaysia sudah mancanegara, yang telah berkerja.
Begitu juga Desa Negara Batin, Jabung, Lampung Timur, kini memiliki julukan baru baru, dari nama ‘kampung begal’ menjadi ‘kampung literasi’. (Bong)











