RS MMH Hadirkan Pemeriksaan Spirometri Poliklinik Paru

INTAILAMPUNG.COM – Dalam rangka memenuhi pelayanan kesehatan, Rumah Sakit Mitra Mulia Husada, (RS MMH) Lampung Tengah, saat ini hadir pemeriksaan Spirometri poliklinik paru.

Menurut dr.Gigih Setiawan.,Sp.P., Spirometrik adalah tes untuk menilai fungsi paru. Dimana dalam pemeriksaan menilai volume udara dan menilai gangguan paru. Pemeriksaan dilakukan dengan cara menghirup dan menghembuskan nafas.

“Spirometri merupakan alat diagnostik penting untuk mengevaluasi fungsi paru-paru dan mendeteksi penyakit pernapasan seperti asma dan PPOK. Saat ini sudah tersedia di Poli paru RS MMH,” ujarnya, Kamis (1/1/2026).

Adapun manfaat pemeriksaan Spirometri adalah, menilai fungsi Paru-paru, mendiagnosa penyakit, seperti, paru obstruktif kronis dan asma, menilai hasil dari pengobatan paru-paru yang telah dijalani, memantau perjalanan penyakit, menilai toleransi paru untuk tindakan bedah, dan skrining kesehatan paru pada pekerja.

Perlu diketahui, Spirometri adalah tes penting untuk mengevaluasi kondisi paru-paru anda, dan saat ini sudah tersedia di RS Mitra Mulia Husada. Jadwal praktek, pada hari Senin, Rabu, dan Jum’at Pukul 15.00-17.00 Wib.

Sebagai informasi bahwa Spirometri dapat membantu dokter menentukan kondisi kesehatan paru-paru, seperti seberapa kuat dan seberapa baik kondisi paru-paru ketika seseorang sedang bernapas. Pemeriksaan ini umumnya digunakan untuk mendiagnosis sejumlah gangguan pernapasan, seperti: Asma, PPOK, Emfisema, Bronkitis dan Fibrosis Kistik.

Pada pasien dengan gangguan paru, dokter biasanya akan melakukan tes spirometri untuk mengevaluasi efektivitas pengobatan, memantau perjalanan penyakit, dan menilai derajat progresivitas penyakit yang dimiliki.

Dokter terkadang juga memerlukan pemeriksaan spirometri untuk memeriksa fungsi paru sebelum tindakan bedah. Hasil pemeriksaan ini akan menentukan apakah kondisi paru layak atau memenuhi syarat untuk menjalani prosedur bedah/operasi.

Selain itu, spirometri juga dapat digunakan untuk memeriksa kondisi seperti occupational-related lung disorders (gangguan pada paru-paru yang diakibatkan oleh lingkungan pekerjaan, seperti pekerja di pabrik atau industri). (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *