INTAILAMPUNG.COM – Penegakan hukum yang modern tidak sekadar berfokus pada ketegasan aturan, tetapi juga harus menyentuh sisi humanis dan kearifan lokal. Semangat inilah yang diwujudkan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Lampung Tengah dalam merajut sinergi bersama insan pers, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), serta unsur Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan DPRD setempat.
Langkah proaktif tersebut tecermin dalam acara “Silaturahmi Ramadan 1447 H & Ngabuburit Hukum” melalui program inovatif “Jaksa Anjau Silau” yang digelar di Aula Kejari Lampung Tengah, Kamis (5/3/2026). Pertemuan lintas sektoral ini terasa hangat dan istimewa karena dilandasi oleh nilai luhur falsafah hidup masyarakat Lampung.

Mengusung nilai Nemui Nyimah (keramahtamahan dan keterbukaan) serta Piil Pesenggiri (menjaga kehormatan dan martabat), acara ini menjadi ruang dialog yang terbuka untuk menyamakan visi dalam mengawal pembangunan daerah.
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lampung Tengah, Rita Susanti, menegaskan bahwa institusinya berkomitmen penuh untuk menghadirkan keadilan yang tidak hanya tegak lurus pada aturan, tetapi juga membumi dan dekat dengan masyarakat. Untuk mewujudkan hal tersebut, kehadiran pers dan LSM yang berkualitas dinilai sebagai mitra sejati yang sangat dibutuhkan.
“Kami bertekad untuk terus mewujudkan penegakan hukum yang berkeadilan, tegas, sekaligus humanis. Oleh karena itu, kehadiran pers dan LSM yang berkualitas sangat kami butuhkan untuk bersama-sama mengawal visi pembangunan dan menjaga kondusivitas wilayah Lampung Tengah,” tutur Rita Susanti. Ia juga memastikan seluruh jajarannya akan selalu bekerja secara profesional dan berintegritas.
Semangat kolaborasi yang saling memanusiakan ini turut dipertegas oleh Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Lampung Tengah, Alfa Dera, Ia memandang wartawan dan aktivis LSM lebih dari sekadar fungsi kontrol sosial, melainkan sahabat dan mitra strategis yang muruah serta kualitasnya harus terus didukung.
“Dalam pertemuan yang penuh berkah di bulan suci ini, saya secara khusus menitipkan kawan-kawan media dan LSM di Lampung Tengah kepada jajaran Pemkab dan DPRD. Kami sangat berharap ada ruang dan dukungan nyata untuk peningkatan kualitas profesionalisme mereka,” ujar Alfa Dera di hadapan para pemangku kepentingan.
Ia menambahkan, cerminan baik buruknya wajah Lampung Tengah sangat dipengaruhi oleh kualitas pemberitaan dan edukasi yang diberikan ke ruang publik. “Kejaksaan hadir untuk memastikan tata kelola yang baik dan hukum yang hidup di masyarakat dapat terus berjalan secara beriringan,” jelasnya.
Pesan yang disuarakan melalui pendekatan budaya lokal tersebut disambut positif oleh pihak legislatif. Ketua DPRD Lampung Tengah, Febriyantoni, menyatakan apresiasi dan kesiapannya untuk berkolaborasi mewujudkan iklim pers dan LSM yang lebih maju.
“Pada anggaran perubahan nanti, DPRD bersama pemerintah daerah melalui Dinas Kominfo akan duduk bersama membahas bentuk dukungan nyata bagi kawan-kawan media dan LSM,” tegas Febriyantoni merespons inisiatif tersebut.
Melalui sinergi yang memadukan profesionalisme hukum dan keagungan budaya Lampung ini, Kejari Lampung Tengah berharap seluruh elemen masyarakat dapat saling bergandengan tangan. Kebersamaan ini diyakini mampu mengawal kemajuan Lampung Tengah menjadi daerah yang aman, berintegritas, dan bermartabat. (*).












