INTAILAMPUNG.COM – Dalam upaya percepatan penuntasan kasus Tuberkulosis (TBC) di wilayah Kabupaten Lampung Tengah, Dinas Kesehatan melaksanakan Rapat Koordinasi, (Rakoor) Pusat dan Daerah, secara daring melalui zoom, yang melibatkan pemangku kepentingan di bidang kesehatan, Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Tengah, Bappeda, Kepala Dinas PMK, Kepala Bidang P2P dan Tim TB Dinas Kesehatan setempat.
Dari keterangan Plt. Kadiskes Lamteng, dr. Josi Harnos,.MARS menyampaikan bahwa, kegiatan itu bertujuan untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan komitmen bersama, serta mengevaluasi capaian program penanggulangan TBC di tingkat fasilitas pelayanan kesehatan dan lintas sektor.
“Melalui rakoor ini, diharapkan seluruh pihak dapat menyamakan persepsi dan strategi dalam menemukan kasus secara aktif, meningkatkan keberhasilan pengobatan, serta memperkuat sistem pelaporan dan pemantauan kasus,” ujarnya, Jum’at (13/3/2026).
Menurut Josi Harnos, dengan sinergi dan kolaborasi yang baik antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, serta seluruh pihak terkait, diharapkan upaya percepatan eliminasi TBC dapat berjalan optimal sehingga masyarakat Kabupaten Lamteng, dapat terlindungi dari penyakit TBC.
Dimana, upaya percepatan penuntasan TBC di Indonesia difokuskan pada eliminasi 2030 melalui strategi aktif, skrining massal (X-ray portable), penguatan deteksi dini (TCM/GeneXpert), pengobatan terpadu, dan pelibatan multisektor.
Dalam hal ini lanjutnya, pemerintah menganggarkan Rp.8 triliun untuk memperkuat deteksi, vaksinasi BCG, serta meningkatkan kepatuhan pengobatan.
Dengan menggunakan alat X-ray portable dan tes cepat molekuler (TCM) GeneXpert secara masif di wilayah endemis, tempat kerja, sekolah, dan rutan/lapas untuk menemukan kasus sedini mungkin.
“Kolaborasi lintas sektor (Multisektor) yang melibatkan kementerian/lembaga lain (Kemenag, Kemenkumham, Kemendes) untuk skrining di lingkungan keagamaan, lapas, dan masyarakat umum, sesuai Perpres No. 67 Tahun 2021. Langkah-langkah ini bertujuan mencapai target eliminasi TBC di Indonesia pada tahun 2030,” pungkas Plt Kadiskes Lamteng ini. (rki)












