INTAILAMPUNG.COM – Insiden ambruknya plafon ruang guru di SDN II Buyut Utara, Kabupaten Lampung Tengah, menjadi perhatian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat. Peristiwa yang terjadi pada Selasa (20/10/2026) itu bahkan mengakibatkan seorang guru tertimpa material plafon hingga harus mendapatkan perawatan medis.
Kepala Disdikbud Lampung Tengah, Dr. Nur Rohman, S.E., M.Sos.I., membenarkan kejadian tersebut. Ia menegaskan, bagian bangunan yang ambruk bukan ruang kelas tempat siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar, melainkan ruang guru yang masih aktif digunakan.

“Ya, benar, kemarin ada kejadian di SDN II Buyut Utara. Ada plafon ruangan yang runtuh. Bukan ruang belajar, itu ruang guru yang roboh,” ujar Nur Rohman, Rabu (21/10/2026).
Ia menyampaikan keprihatinan atas insiden tersebut, terlebih karena material plafon yang runtuh menimpa salah seorang guru. Korban kemudian dibawa ke Puskesmas Kotagajah untuk mendapatkan penanganan dan perawatan medis.
Menurut Nur Rohman, pihak sekolah telah melaporkan kejadian itu kepada Disdikbud Lampung Tengah. Laporan tersebut menjadi dasar bagi dinas untuk menindaklanjuti kondisi bangunan, sekaligus menentukan langkah perbaikan sesuai tingkat kerusakan.

Bangunan 2017, Perbaikan Disiapkan
Nur Rohman menjelaskan, plafon yang ambruk merupakan bagian dari bangunan yang dibangun pada 2017 dan memang membutuhkan perbaikan. Karena ruang tersebut masih digunakan untuk aktivitas guru, penanganan kerusakan dinilai perlu segera diupayakan.
Disdikbud menyiapkan dua opsi pembiayaan perbaikan. Jika kerusakan tergolong ringan, perbaikan dapat diupayakan melalui dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) sesuai ketentuan yang berlaku. Namun, apabila kerusakan membutuhkan penanganan lebih besar, pihaknya akan mengusulkan penganggaran melalui pemerintah daerah.

“Kalau kerusakannya ringan, bisa diajukan melalui dana BOS. Tetapi kalau kerusakannya berat, akan diusulkan agar dapat dianggarkan melalui APBD Kabupaten Lampung Tengah, termasuk untuk tahun anggaran 2027,” jelasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan kondisi fisik bangunan sekolah secara berkala, terutama pada bagian plafon dan komponen bangunan yang telah lama digunakan.
Meski lokasi kejadian bukan ruang belajar siswa, keselamatan guru dan seluruh warga sekolah tetap menjadi perhatian. Penilaian tingkat kerusakan serta langkah perbaikan yang tepat diperlukan agar ruang guru dapat kembali digunakan dengan aman dan kejadian serupa tidak terulang. (red)












