Miris, SDN 57 di Pusat Pesawaran Masih Belajar Secara Lesehan

PESAWARAN, INTAILAMPUNG.COM SDN 57 Gedongtataan yang terletak di ibu kota Kabupaten Pesawaran siswa-siswi nya masih belajar secara lesehan. Bupati dan Pejabatnya buka mata setelah tau dari rekan media.

“Setelah saya melihat langsung di lokasi ini, jujur batin saya menangis, apa yang di informasikan rekan-rekan media yang tergabung di Persatuan Wartawan Indonesia benar adanya,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pesawaran Fauzan Suaidi, saat turun langsung ke SDN 57 Gedong tataan, Jumat (23/8/19).

Fauzan melanjutkan untuk tahun ini memang SDN 57 Gedongtataan mendapat bantuan rehab dan meubeler, dirinya berharap dengan adanya bantuan tersebut dapat lebih meningkatkan kegiatan belajar mengajar yang ada di sekolah tersebut.

“Ya, tahun ini akan kita salurkan bantuannya berupa rehab, meja dan kursi belajar, sesuai dengan cita cita Bapak Bupati Dendi Ramadhona dan bapak wakil Eriawan untuk membangun dunia pendidikan Pesawaran menuju arah yang lebih baik,” kata dia

“Kalau nanti dana itu kurang dan tidak mencukupi, saya akan bantu dengan uang pribadi saya,” tambah nya.

Sementara itu kepala SDN 57 Gedongtataan Kecamatan Gedongtataan Nirawati menjelaskan jika SDN 57 Gedongtataan yang dulunya SDN 2 Pampangan berdiri sejak tahun 1984, dia mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan yang akan merelokasi kan bantuan di SDN 57 Gedongtataan.

“Saya mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada bapak Bupati Dendi Ramadhona dan Bapak Wakil Eriawan, melalui Kepala Disdikbud bapak Fauzan yang telah meluangkan waktunya untuk meninjau SDN 57 Gedongtataan,” ujarnya.

Lanjut Dia menambahkan dengan adanya bantuan tersebut semoga kegiatan belajar mengajar di sekolahnya akan semakin maju dalam mencerdaskan anak bangsa.

  CV Ghuno Dhio Tabrak UU, Pihak SMTI Tak Tegas ?

“Kalau untuk jumlah siswa siswinya ada sebanyak 47 murid, sedangkan Guru PNS nya 7 orang dan 4 orang guru honorer,” pungkasnya

Sepertinya bukan baru sekarang para pejabat untuk membuka mata hingga baru ini mengetahui murid belajar secara lesehan beralasan ambal tipis.

Padahal banyaknya angaran untuk mengutamakan para generasi muda yang duduk di bangku sekolah dasar yang harus lebih diutamakan. Bukan baru sekarang diperhatikan. (Oni).

Baca Juga

LAINNYA