Lampung Tengah, INTAILAMPUNG.COM – Kecelakaan maut di Jalan Lintas Timur Sumatera KM 266-267 Kampung Terbangi Ilir, Kecamatan Bandar Mataram, Lampung Tengah antara mobil Pikup dan Truk muatan batu bata tewaskan enam orang.
Dari data yang dihimpun, terdapat 11 orang berada di mobil Truk, empat orang dari truk meninggal, tujuh luka luka. Dari tujuh korban luka-luka, empat orang dirawat di Rumah Sakit Harapan Bunda, Kelurahan Seputih Jaya, Kecamatan Gunung Sugih. Mereka yakni M. Saleh Akbar (23), Watno (37), Dasimanto (30), dan Syafe’i (35), keempatnya warga Kampung Sumber Agung, Kecamatan Seputih Mataram.
Sementara, dua korban yang meninggal akibat terbakar di dalam mobil Pikup zenazahnya di bawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Demang Sepulau Raya.
Dari pantauan di rumah sakit, ke dua korban sudah tidak dapat di identifikasi atau dikenali, lantaran hangus terbakar.

“Pasien sudah dalam keadaan hangus, tidak dapat teridentifikasi. Dari jenis kelamin pun sudah tidak dapat di identifikasi perempuan ataukah laki-laki. Karena organnya sudah hangus terbakar. Jadi kami belum bisa identifikasi jenis kelaminya laki-laki atau perempuan,” ucap Lina, Dokter RSUD DSR, Lamteng.
Kejadian laka lantas yang menewaskan 6 orang dan tujuh luka-luka tersebut, diperkirakan terjadi sekira Pukul 04.30 WIB. Selasa (22/10) pagi.
Informasi keronologi kejadian yang di himpun, dari keterangan Kanitlakalantar Polres Lamteng Iptu Ludi Nugraha Mewakili Kapolres Lamteng AKBP I Made Rasma mengatakan, bahwa sebelum kecelakaan mobil Truk Colt Diesel dengan nomor polisi BE 8135 QP yang dikendarai Riyanto (35) bersama sepuluh penumpang lainnya, melaju dari arah Jatidatar menuju Menggala membawa bata bolong.
Lanjut dikatakannya, sesampai di lokasi kejadian, tepatnya di jalan menikung ke kiri, tiba-tiba dari arah berlawanan datang Pick Up Grand Max bernomor polisi BD 9157 EZ dengan berjalan oleng masuk jalur kanan. Kemudian menabrak Truk, hingga terdorong beberapa meter oleh truck. Kemudian truck menimpa Gran Max yang terbakar. “Beberapa penumpang masuk ke kobaran api Gran Max yang terbakar. Penumpang yang mengalami luka – luka di evakuasi menuju Klinik Mutiara Hati Mandala,” jelas Kanitlakalantar Polres Lamteng Iptu Ludi Nugraha Mewakili Kapolres Lamteng AKBP I Made Rasma.

Riyanto (35) Sopir Truk Colt Diesel mengaku membawa pesenan bata bolong dari Sumber Agung menuju Menggala.
“Setiba lokasi kejadian di jalintim dari arah berlawanan, tiba-tiba mobil pick up langsung nabrak mobil saya, hingga penumpang yang dibawa ada yang terbakar dan luka. Bahkan ada yang meninggal dunia,” ucap pengakuan sang Sopir Truk.
Berikut korban meninggal dunia, Kasirin (35), Rano (30), Nabila (9), Narjo (60) ke empatnya warga Kampung Sumber Agung, Seputih Mataram. Sedangkan, dua korban meninggal lainya belum tahu identitasnya. Karena kedua gosong terbakar bersama kendaaraannya.
Sementara korban luka diantaranya, Dasimanto (30), M.Saleh Akbar (23), Syafei (35), Wanto (37), Siti Khalifah (35), Soleman (10) dan Riyanto (35) kesemuanya warga Kampung Sumber Agung, Seputih Mataram.
Sementara dari keterangan PJ Kakam Suber Agung Lita mengatakan, bahwa ada dua masyarakatnya yang juga menjadi korban. Kasirin dan Nabila ikut menjadi korban lakalantas tersebut.
Kedua korban rencananya ingin menjenguk saudaranya di unit II Menggala, dan ikut nebeng (menumpang) truk muatan bata. Duduk di samping sopir ikut meninggal. (tim/intai).












