Dinilai Tim PBBGRM, Kampung Sumber Rejo Akan Dikunjungi Presiden

INTAILAMPUNG.COM – Kampung Sumber Rejo, Kecamatan Kotagajah, Lampung Tengah dinilai Tim Penilai Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (PBBGRM) tahun 2020. Dengan satu niat, satu langkah, satu suara, dan satu tujuan, tingkat Kabupaten Lamteng. Jumat (14/02/2020).

Penilaian PBBGRM dilakukan guna mewujudkan pembangunan di Kabupaten Lamteng dengan membudayakan tradisi gotong royong. Tim penilai Kabupaten terdiri dari Dinas Kesehatan, PMK, dan Sat Pol-PP.

Tim Anggota Penilai Drs. Muhammad Almisan, MM., mewakili Ketua Tim Penilai BBGRM Asisten 1 Kusuma Riyadi menyampaikan, bahwa penilaian dilakukan sebagai langkah upaya dalam mengevaluasi kegiatan – kegiatan masyarakat dalam bidang gotong royong di tahun 2018-2019.

“Dalam penilaian BBGRM ini dibuktikan dari lingkunganya, misal sudah ada pembangunan drainase belum, terus sudah ada penanaman pohonnya belum, ada jambannisasi atau tidak, dan prestasi apa saja yang pernah di raih dua tahun lalu,”  ucapnya, dengan mencontohkan kreteria penilaian kampung yang dinilai tim PBBGRM.

Yang jelas, kata M. Almisan, tujuan dari penilaian tersebut, dilakukan untuk menggerakkan partisiasi masyarakat. Dalam membudayakan budaya gotong royong di kampung masing-masing.

“Tujuannya diutamakan supaya menggerakkan partisipasi masyarakat. Kan gotong royong semakin lama semakin pudar dan hilang. Gak seperti jaman dulu, dulu bikin rumah gak pakai tukang. Nah, warisan gotong royong inilah yang harus kembali dibudayakan, dan di sosialisasikan,” jelasnya.

“Misal ada rumput panjang, ada jalan berlubang, bagaimana langkahnya. Tidak mengharapkan bantuan terus dari pemerintah. Kerena program sekarangkan bukan dari atas, tapi dari aspirasi masyarakat. Jadi kampung ada kemajuan ada greget untuk lebih baik,” imbuhnya.

M. Almisan, menjelaskan, bahwa pelaksanaan penilaian BBGRM dilakukan di 28 kecamatan Se-Kabupaten Lamteng, bersifat terjadwal. “Satu hari 2 kecamatan, setiap kecamatan dipilih satu kampung. Untuk Kecamatan Kota Gajah yang terpilih Kampung Sumber Rejo. Dan ini akan terus bergulir di tahun berikutnya,” terangnya.

  Kurangnya Pengawasan, Banyak Siswa SMPN 17 Pesawaran Bolos Sekolah

Dalam kesempatan yang sama, Camat Kota Gajah Muliwan. Sp., M.M., berharap dalam penilaian BBGRM Kampung Sumber Rejo bisa menjadi kampung berprestasi.

“Saya berharap Kampung Sumber Rejo jadi Kampung berprestasi. Seperti dalam sambuatan saya tadi, program pak bupati itukan gotong royong, buktinya kan sudah di jabarkan sampai ke kampung dan masyarakat. Kalau toh nanti penilaiannya masih ada hal-hal yang kurang sempurna, tentunya dari penilaian ini camat akan memperbaiki kinerja gotong royong yang ada di kampung-kampung,” katanya.

Muliwan mengungkapkan, bahwa pihaknya masih kurang puas dengan kegiatan gotong royong yang ada di kampung-kampung.

“Sebetulnya, saya masih kurang puas dengan kegiatan gotong royong yang ada di kampung-kampung. Karena gotong royong inikan sifatnya bertahap. Gak mungkin bim salabim saya bangun langsung bagus, gak. Tapi ini merupakan tataran yang notabene tapak demi setapak di lakukan. Harapan saya tentu menjadi bangus,” ucapnya.

Termasuk sebagai contoh, ternyata kemarin tim kepresidenan memilih Kampung Sumber Rejo sebagai kampung yang akan di kunjungi Presiden. Inikan menjadi nilai tambah bagi Kampung Sumber Rejo. Karena tidak semua kampung mendapatkan kesempatan menjadi tujuan Presiden sebagai kampung yang dikunjungi.

“Insaalloh Presiden Joko Widodo akan datang ke Kampung Sumberjo ini, di bulan Maret atau April dalam panen raya,” ucap Muliwan.

Dalam kegiatan penilaian BBGRM ini, tentunya menjadi kesempatan yang baik bagi kampung Sumber Rejo untuk menjadi kampung yang lebih baik lagi. Karena setelah ini, sebulan kemudian akan ada lomba kampung yang juga akan di ikuti Kampung Sumber Rejo. Sehingga dengan adanya kegiatan ini Kampung Sumber Rejo bisa berbenah dari sekarang dan menutupi kekurangan yang ada di kampung tersebut.

“Gotong royong ini gak mudah di ucapkan tapi memang harus di laksanakan dengan rutin yang insaalloh nanti akan menjadi budaya. Kalau memang sudah jadi budaya insaalloh akan lebih baik lagi,” paparnya.

  Tahun Depan, Bupati Loekman Beri Anggaran Linmas Rp 100 Juta

Sementara itu, Kepala Kampung Sumber Rejo Sumarno mengatakan, bahwa pihaknya sangat berharap kampungnya bisa selangkah lebih maju dari tahun sebelumnya dengan adanya penilaian BBGRM tahun 2020. “Saya berharap Kampung Sumber Rejo selangkah lebih maju dari tahun kemarin,” ucapnya.

Sumarno menyampaikan, bahwa dalam menghadapi penilaian BBGRM tingkat Kabupaten Lamteng ini, Kampung Sumber Rejo telah dari awal konsisten dengan kegiatan gotong royong, yang selalu di giatkan pada Jumat.

“Di Kampung Sumber Rejo selama ini kita fokuskan kegiatan gotong royong. Hari Jumat kita giatkan Jumat bersih, kita koordinasikan pada RT untuk mengkordinir kegiatan gotong royong jumat bersih ke setiap dusun secara bergulir, rutin. Allhamandulilah partisipasi masyarakat sangat antusias dalam kegiatan ini,” kata Sumarno.

Sumarno menambahkan, untuk pembangunan tahun ini, kita telah menganggarkan beberapa pembangunan di Kampung Sumber Rejo. Seperti pembangunan Rabat Beton, onderlagh dan drainase.

“Kita akan bangun rabat beton 400 km di dusun 1 sampai dusun 2. Ini kita bagun supaya nanti akan tembus samapi Kota Gajah, agar anak sekolah tidak lewat luar, bisa lewat dalam. Onderlagh 700 km kita bangun di dusun 6. Untuk drainase akan kita bangun sepanjang 800 meter posisinya rawa, dan kemungkinan bisa mencapai 80 cm.  Sesuai aturan 40 persen kan untuk fisik dan 60 non fisik. Sementara untuk tahun ini itu yang akan kita bangun,” tuntasnya.(intai).

Baca Juga

LAINNYA