Mentan RI Syahrul Yasin Limpo Siap Jadikan Lamteng Markas Ternak Sapi Untuk Lawan Impor

INTAILAMPUNG.COM – Menteri Pertanian Republik Indonesia (RI) Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, S.H., M.Si., M.H., menginginkan Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng), menjadi markas ternak sapi untuk melawan impor di Indonesia.

Hal ini disampaikanya dalam acara Program Panen Pedet Sikomandan 2021 dan launching kelahiran 100.000 ekor sapi Belgian Blue, yang berlangsung di Kampung, Karang Endah, Kecamatan Terbangi Besar, Lampung Tengah, Lampung. Rabu (8/12).

“Saya tidak mau acara ini hanya sebatas seremonial, untuk gagah gahahan. Oleh karena itu, kelahiran 100 ribu sapi Belgian Blue ini pak dirjen besok harus menjadi 300 ribu,” ucapnya.

Kata Mentan, kebutuhan daging di indonesia sangat sangat besar. Indonesia menjadi negera keempat terbesar dunia, sesudah china, amerika, india. “273 juta orang itu setiap menit membutuhkan makan, nutrisi, agar sehat dan mampu bekerja dengan baik hanya tergantung kalau makanannya tersedia. Makanan itu tentu antara lain nasi, sayur-sayuran kemudian nutrisi hewani yang ada,” terangnya.

Lanjut kata Mentan, kalau begitu apa yang kita lakukan hari ini pak Gubernur, pak Sudin, Pak Bupati adalah kepentingan negara dan bangsa. Saya sangat yakin bapak/ibu sekalian, sepanjang kita mau lakukan dengan baik sesuai dengan tatanan yang tersedia dan serius melakukannya, maka apaun bisa kita capai.

“Apa rahasianya, yang pertana fokus dan serius. Kalau hanya yang peting programnya jalan, sudah upacara lah, rame-rame. Persoalan ini tidak akan selesai. Kalau sudah mau dan serius pasti ada jalannya. Kalau didalam pikiran cuma asal asal, ya cuma asal asal aja kerjanya,” paparnya.

Untuk itu, apa yang kita capai hari ini bukan hanya selesai di sini. Ini merupakan pertanda baik, bahwa sebenarnya beternak itu oke. Kurang apa alloh kasih matahari, air, angin, dan tanah yang bagus jumlah manusia yang banyak, kalau begitu ini merupakan Resort yang kuat untuk kita kembangkan.

“Kalau sudah mau, anggaran itu urusan yang paling sedikit. Kalau semua ada hanya karena anggaran gak mungkin lah. Dan saya ingin katakan, tanpa meremehkan siapa-siapa tukang bejak saja bisa kalau cuma anggaranya tersedia, apalagi cuma dijadikan proyek program saya kira tidak di kita,” tuturnya.

Oleh kerena itu, pak gubernur sesudah acara ini buat rencana yang 300 ribu ekor sapi Belgian Blue. Jika kemarin kita hanya bisa kembangkan sapi katakan lah jika dipotong hanya 60-70 atau 90 kilo gram, kalau bisa kita buat sapi yang 100 kg. Ya kita bisa jawab Belgian Blue ini, karena sapi ini sangat bagus untuk di kembangkan.

“Saya setuju, jika pak ketua setuju, pak dirjen ini perintah, jadikan daerah dan markas di sini untuk melawan impor,” jelasnya.

Baca Juga

Tahu gak, kita impor sapi 1,2 juta setiap tahun, gimana ini. Alhamdulillah pak ketua dari laporan, sekarang sudah turun 10,2 persen semenjak dua tahun terakhir ini. Kemarin mereka potong semua sapi tidak boleh masuk dari Australia dan lain lain hanya untuk nekat bahwa Mentri Pertanian salah.

“Saya jujur ingin katakan saya hunting sapi ke seluruh pelosok Indonesia sampai diujung ujung Indonesia. Kita ambil sapi hanya untuk memenuhi kebutuhan dan ternyata bisa terpenuhi. Jadi kalau kita mau pinter pinter pindah kertas dapat uang triliunan ya udah lah negeri ini akan jadi seperti apa,” katanya.

  Sarung dan Jilbab Bergambar Paslongub No3 Arinal-Nunik Diduga Untuk Pengaruhi Mata Pilih

“Nah sekarang saatnya yang pindah pindah itu kita masukkan dalam negeri kita buat sendiri. Saya setuju pak Gubernur bila perlu kita tandatangan fakta integritas pak Sudin juga ikut tandatangan kita buat markas ternak sapi di sini. Tapi kita harus serius litbang harus terlibat di sini, dimana wilayahnya dimana daerahnya siapa orangnya hulu hilirnya main, berdikari main, bahwa kita punya sapi yang istimewa disini,” imbuhnya.

Jika semua siap, maka dari hulu perencanaan budidayanya harus main dipakannya, kemudian dari pakannya hilirisasinya seperti apa termasuk saya singgung tadi pak Bupati, gimana caranya ada banyak sapi tidak ada tempat potong hewannya, perencanaanya gimana nih. Saya kira ada yang salah, kenapa tidak ada pengembalian RPH, gak boleh lah. RPH itu penting karena di situ mengukur bagaimana keluar masuknya hewan kita agar kesehatan bisa di jamin, tidak dipoting di sembarangan tempat yang akhirnya berceceran kuman kuman yang ada.

“Kalau begitu saya setuju pak Gub, kalau pak gub setuju dari mulai hulunya budidayanya sampai hilirnya, sampai tempat pakannya harus di buat. Saya kira ini sangat bagus, dengan kelahiran 100 ribu sapi Belgian Blue ini tapi kalau cuma segini sudah selesai kita. Yang harus kita capai tiga kali lipat kita cari dalam waktu sesingkat singkatnya. 300 itu kalau kita mau fokus pasti bisa dan jangan tunggu dari mana uangnya. Gampang kan semua skala ekonomi, masak bank gak mau skala ekonomi kalau jelas untungnya kan,” ungkapnya.

Jadi saya kira, jangan terlalu banyak kita bagi bagi, kita harus fokus untuk itu kita mainkan ini. Ada rumusnya begini, ini rumus internal 40 persen program reguler, semua bagi rata, 20 persen reguler yang di boster, reguler yang di optimalkan, unggulan maksimum di wilayah tertentu untuk di kembangkan. Kemudian ada super prioritas, super perioritas ditengah selektif karena mambawa industri.

Saya memilih ini mungkin kita fokus masuk di antara reguler maksimum atau super perioritas. Ketika disini menjadi daerah dan markasi semua akan dibagi rata.

Luar biasa bagusnya Lampung ini. Saya yakin dengan semangat pak Gubernur saya yakin pak Bupati pasti ada perkembangan.

Pertanian itu bisa naik karena inkam rakyat berada di atas rata rata 100-200 persen bukan di 10-20 persen salah itu. Kecuali di Jawa karena lahannya yang kurang. Tapi kalau lahannya cukup agresifitas Gubernur dan Bupati nya sejalan dengan konsepsi dengan market yang tersedia tembusnya bisa 500 persen.

“Saya bisa bicara seperti ini karena saya pernah alami, pilih saja mana komiditas yang betul betul bisa di kembangkan. Saya yakin jika disetiap daerah kita pilih betul betul Lampung Tengah, bisa jadi markasi dengan pemwilayahan khusus yang bisa dilakukan. Saya kira ini bisa menyanggah kepentingan nasional dalam importasi yang ada,” tandasnya.

Sementara itu, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dalam kesempatan yang sama, mengatakan, bahwa pihaknya akan terus berupaya meningkatkan hasil peternakan di Lampung.

“Saat ini Lampung menjadi penghasil ternak keempat secara Nasional dan nomor dua terbesar ditingkat Sumatra. Saya izin, kami akan berjuang dan akan kami geser salah satu provinsi lain dan bahkan di sumatra pada masa yang akan datang,” ucapnya.

  Berkas Perkara Mantan GM PT GMP Segera Dilimpahkan Ke PN Gunungsugih

Untuk merangsang kemandirian petani (peternak) Gubernur Lampung berjanji akan memberi kemudahan akses dalam pinjaman kur. “Kur sudah ada kenapa kita harus bersusah payah menunggu bantuan, saya yang akan jamin,” katanya.

Disini kita hadir bersama Menteri dan Komisi IV yang membidagi KUR, jadi jangan kawatir. “Tapi Saya minta kepada petani teguhkan cara kita luruskan cara berpikir kita agar ini sukses. Demi kepentingan keluarga, daerah dan nasional, bahwa kita akan jadikan daerah ini lumbung ternak pada masa yang akan datang. Insaalloh kelahiran 100 ribu ekor sapi Belgian Blue ini akan bisa meningkat lebih,” tuturnya.

Arinal Djunaidi menyampaikan, bahwa saat ini, Lampung tidak lagi memulai beternak, tapi bagaimana cara meningkatkan. “Ini harus menjadi perhatian kita kepada teman teman di dinas peternakan. Seleksi positif yang harus kita jalankan agar semua bisa mendapatkan kesempatan yang sama sehingga kita akan menjadi lumbung yang betul betul diandalkan di tingkat Nasional,” jelasnya.

Semua wajib memberi dukungan, dimulai dari Bupati Lampung Tengah. Dan Insaalloh pak menteri, pak ketua komisi komunikasi saya dengan para bupati cukup bagus sangat harmonis. Saya berharap pak menteri bisa setiap bulan datang ke lampung tidak hanya membantu mengembangkan tapi juga memetik dan memanen.

Arinal menjelaskan, bahwa kinerja perekonomian lampung menunjukan tren yang positif meski dalam tekanan pandemi Covid-19. Ini bisa di lihat pada teriwulan dua 2021 ekonomi lampung tumbuh cukup signifikan bisa mencapai 5,03 persen dibading pada triwulan sama tahun 2020 yeer on year.

Bahkan, jika dibandingkan dengan kinerja ekonomi triwulan sebelumnya Januari-Maret 2021 ekonomi lampung tumbuh 6,69 persen yang merupakan pertumbuhan ekonomi tertinggi di wilayah sumatra.

“Hasil ini tidak terlepas dari kerja kerja para petani (peternak) karena itu kita harus bekerja dengan maksimal saya akan dibelakang petani,” tuntasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisi IV DPR RI Sudin mengatakan pihaknya akan mendukung para petani untuk lebih dipermudah dalam pinjaman KUR.

Sudin juga menyampaikan ucapan terimaksih kepada himpunan bank-bank negara yang telah membrikan suport dan mendukung sektor peternakan. “Terimaksih sudah membekup Lampung karena kita membangun suatu wilayah bukan hanya tanggung jawab kementerian, bukah hanya tanggung jawab DPR. Ini menjadi tanggung jawab kita semua. Kalau kita bahu membahu semua bisa teratasi dengan baik,” ujarnya.

Menurutnya, sektro peternakan memiliki peranan penting dalam mewujudkan bangsa yang sejahtra dalam bidang prekonomian dan ketahanan pangan.

Namun masalah dalam pembangunan peternakan adalah pembibitan. Hal ini karena sapi betina produktifnya di potong, seharusnya di jaga tidak dipotong.

“Saya minta kepada Kementerian Pertanian agar dalam menyusun program kegiatan dan anggaran harus fokus dan berdampak signifikan terhadap produksi Nasional,” jelasnya.

Jika dari tahun ketahun kita selalu divisit, Insaalloh kalau hari ini ada panen pedet kurang lebih 100 ribu ekor lebih, maka kita akan surplus. Tapi dengan satu catatan pak Menteri Syahrul Yasin Limpo, sampaikan kepada Menteri Perdagangan setop kurangi impor daging kerbau. “Kalau daging kerbau masuk ke Indonesia otomatis peternak harga jual dagingnya sangat rendah atau turun,” tegasnya.

  Cari Berkah dan Berharap Jauh Dari Musibah, Pengusaha SPBU Simpang Pematang Santuni Lansia

Sudin menyampaikan, sangat mengapresiasi dengan lahirnya 100 ribu ekor sapi Belgian Blue. Saya jarang lo mengapresiasi pak Menteri Pertanian ini, upaya yang dilakukan Kementrain Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) sangat luar biasa. Harapan saya melalui kegiatan ini, Provinsi Lampung akan mampu berkontribusi lebih dalam peningkatan populasi secara nasional, dalam upaya menjadikan Indonesian sebagai lumbung pangan dunia.

“Tentu saja kegiatan ini jangan terhenti di sini. Pak Dirjen PKH saya tidak mau kegiatan ini hanya seremonial hanya basa basi, setelah ini wasalam. Saya tidak mau,” jelasnya.

Dirjen PKH tahu saya sangat gerget, jika tiba-tiba ada impor daging kerbau, impor ini impor itu. Kenapa saya gerget, karena bangsa kita ini bangsa yang hebat, apapun ada di negara kita. Padang yang luas tanah yang subur sumber daya alam yang melimpah, kurang apa coba.

Untuk suksesnya program ini, kita butuh orang yang membidangi peternakan. “Cari yang khusus membidangi peternakan, bantu kami, backup kami Provinsi Lampung untuk peningkatan produksi daging. Saya ucapkan ribuan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu kami, membantu pemerintah untuk suasembada daging,” ucapnya.

“Terbayang gak suatu hari kita akan ekspor daging. Karena saat ini contohnya, di china sana impor daginya dari Vietnam, Vietnam dari mana, Vietnam dari Australia. Bukan mustahil suatu hari kita akan ekspor langsung ke china,” tuntasnya.

Sementara itu, Bupati Lamteng H. Musa Ahmad mengatakan, Lamteng menjadi penyangga utama kebutuhan pangan Lampung.

“Pada 2020, sektor pertanian produksi padi kita lebih dari 500.000 ton dan penyumbang 22,60% dari total produksi Provinsi Lampung; produksi jagung lebih dari 400.000 ton dan penyumbang 14,37% dari total produksi Provinsi Lampung; serta ubi kayu mencapai lebih dari 2 juta ton dan penyumbang 36,83% dari total produksi Provinsi Lampung. Kemudian dari sektor peternakan, Lamteng juga masih menduduki peringkat pertama untuk penyedia daging di Provinsi Lampung dengan komoditas unggulan sapi mencapai 42% dari komoditas sapi di Provinsi Lampung. Semua capaian di atas tentu atas bimbingan Bapak Gubernur yang memberikan perhatian penuh pada sektor pertanian yang ada di Provinsi Lampung ini, khususnya di Lamteng,” paparnya.

Dengan adanya panen pedet ini, kata Musa, mudah-mudahan semakin memperkuat sektor peternakan di Lamteng. “Harapan kami dengan adanya kegiatan panen pedet program Sikomandan dan ditandai dengan kelahiran ini memperkuat Lamteng di sektor peternakan. Bisa berdampak pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat Lamteng. Besar harapan kami akan datang dengan dukungan dari pemerintah pusat maupun pemerintah Provinsi Lampung. Lamteng dapat menumbuhkan kawasan korporasi sapi potong serta dapat terealisasinya pembangunan rumah potong hewan dan pasar ternak guna memajukan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

Musa juga curhat soal Lamteng sebelumnya punya RPH. “Sebelumnya Pak Menteri, kami di Lamteng ini sebenarnya pernah ada RPH. Tapi karena digusur tol sehingga kami harus cari lokasi baru. Insya Allah, kami sudah menyiapkan lahan 6,2 hektare. Mudah-mudahan kami segera punya RPH,” tutupnya. (tim/intai)

LAINNYA