Tanam Bibit Padi Lokal Program MSP Bikin Petani Untung
INTAILAMPUNG.COM – Sumarsono yang juga merupakan Ketua DPRD Lampung Tengah terus berusaha menjadikan petani di Provinsi Lampung maju dan sejahtra.
Bukan hanya menggeluti dunia politik, Sumarsono yang merupakan asli anak petani ini, juga sangat perhatian terhadap pertanian di Lampung.
Upayanya untuk meningkatkan hasil pertanian di Lampung terus ia dilakukan.
Salah satu upaya Sumarsono menjadikan petani mampu meningkatkan hasil pertaniannya adalah dengan Program unggulan Mari Sejahterakan Petani (MSP).
Sebagai informasi bahwa, Sumarsono telah membuat pilot projek penanaman padi di lahan sawah seluas 120 hektar yang berada di Kota Metro, Provinsi Lampung. Bibit padi yang di ciptankan ini, merupakan bibit padi unggulan lokal hasil persilangan varietas padi Dayngrindu dan Sirendak, yang menjadi Program MSP gagasan Ketua DRPD Lampung Tengah, Sumarsono.
Sumarsono yang juga sebagai Koordinator MSP Provinsi Lampung ini, menyebut bahwa benih unggulan ini merupakan pilot projek untuk menjadikan Provinsi Lampung memiliki ketahanan pangan sendiri.
“Program ini, sekaligus menjadi langkah awal untuk membangun Provinsi Lampung sebagai lumbung padi besar di kancah nasional. MSP ini merupakan benih lokal unggulan hasil persilangan. Ini merupakan padi unggulan yang nantinya akan digunakan di seluruh lahan pertanian di Provinsi Lampung,” kata Sumarsono, Rabu (19/1/2022).
Kata Sumarsono, selama program ini berjalan, para petani akan mendapatkan pendampingan secara rutin. Tidak hanya di sisi pengolahan tanah, dari segi penggunaan pupuk dan metode pertanian modern juga akan diberikan.
Sumarsono mengaku, benih MSP ini sebelumnya sudah dilakukan uji tanam di Lampung Tengah. Hasilnya sangat luarbiasa. Saat panen, dari lahan 1 hektar petani bisa menghasilkan panen hingga 10,3 ton.
Jumlah ini nyaris meningkat 100 persen dari pertanian pada umumnya yang hanya sekitar 5,5 ton saja. Ini karena, batang padi dari benih MSP ini berbeda dengan benih biasanya. Selain berbatang besar, satu rumpun bisa mencapai jumlah hingga 38 batang padi.
“Sudah pernah dilakukan, dalam satu hektar-nya bisa panen sampai 8,9, hingga 10,3 ton. Rendemen padi MSP ini juga cukup tinggi,” kata Sumarsono.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Metro, Herry Wiratno menyebutkan program MSP ini akan menjadi harapan bagi dunia pertanian di Provinsi Lampung, khususnya di Kota Metro.
“Penggunaan bibit padi MSP ini saya kira bagus, karena kita juga ada yang namanya Gilvar (giliran varietas) bahwa untuk satu tanaman tidak bisa ditanam secara dua musim berturut-turut. Jadi harus berbeda-beda,” cetus Kepala DKP3 Kota Metro Lampung. (red)












