
INTAILAMPUNG.COM – Ketua Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Yanuar Irawan mengatakan, bahwa banyak siswa lolos dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini, terindikasi kecurangan dengan cara cangkok Kartu Keluarga (KK).
Hal tersebut diungkapkan Yanuar Irawan dalam hearing Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama seluruh Kepala Sekolah SMA dan SMK Se-Kota Bandarlampung dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung, di gedung DPRD Lampung setempat, Senin (7/8/2023).
Yanuar Irawan menyebut, meski penerimaan siswa baru sudah rampung digelar bulan Juli lalu. Namun, faktanya sampai dengan saat ini, masih terjadi polemik yakni mengenai aduan masyarakat yang mengindikasikan banyaknya praktik kecurangan yang ditemukan, terutama pada jalur zonasi.

Ia mencontohkan banyak ditemukan calon siswa baru yang tinggal di dekat sekolah tujuannya dengan menumpang di KK orang lain. Tapi saat dicek di KK keluarganya, justru orang tuanya tinggal di daerah lain.
“Kita temukan ada orang tua dan siswa yang sama-sama tinggal di Bandarlampung tapi beda alamat. Orang tuanya tinggal di Teluk, tapi anaknya tinggal di dekat sekolah favortit. Ini kan ada indikasi kecurangan KK agar bisa lolos jalur zonasi,” jelas Yanuar.

Untuk itu, Yanuar mengatakan perlu dilakukan hearing bersama untuk mendapatkan solusi terbaik agar kedepannya proses PPDB bisa lebih baik dan kecurangan tidak terulang terus.
Hingga berita ini diturunkan hearing antara Komisi V DPRD Lampung, Disdikbud dan para kepsek masih berlangsung.
Dari pantauan Rilis.id, ada sekitar 24 kepala sekolah yang hadir dalam rapat, sementara 6 orang di antaranya diwakilkan.
Sementara dari anggota Komisi V yang hadir sebanyak 12 orang. Terlihat pula Sekretaris Disdikbud Lampung Tommy Efra Handarta dan Kabid Pembinaan SMA Diona Katharina. (Advetorial)









