Antara Sinyal dan Harapan

OPINI : Dalam acara pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasdem Kabupaten Lampung Tengah, yang dilaksanakan kemarin, Sabtu 17 Januari 2026 sebenarnya tidak ada yang spesial. Namun, ada yang mencuri perhatian ketika kader partai Nasdem, Nessy Kalviya Mustafa, S.T, M.M., tampak begitu akrab dengan Plt. Bupati Lamteng, Komang Koheri, bahkan sempat berfoto bersama.

Apakah hal itu sebagai sinyal kuat, Nessy bakal mendampingi Komang Koheri sebagai Wakil Bupati Lamteng,? Atau partai Nasdem ingin menunjukkan bahwa salah satu kadernya sudah di persiapkan untuk mendampingi Komang Koheri, menjalankan roda pemerintahan di Kabupaten yang berjuluk “Beguwai Jejamo Wawai”

Bahkan dalam acara pelantikan pengurus partai itu di hadiri Ketua DPW Partai Nasdem Provinsi Lampung, Herman. HN, Ketua DPD, Miswan Rody, dan semua kader partai.

Terlepas dari kebetulan, atau memang masuk dalam agenda acara, tentunya Nessy Kalviya Mustafa bukan sosok asing di Kab.Lamteng. istri mantan Bupati Lamteng, periode 2016 – 2018 itu merupakan rival mantan Bupati, Musa Ahmad dan Ardito Wijaya pada Pilkada 2020 lalu, bahkan ia di sebut RA. Kartini Lamteng, yang sudah terbiasa di dunia politik, bahkan suksesnya Mustafa memimpin Kabupaten teluas di Provinsi Lampung, hingga maju sebagai calon Gubernur Lampung pada 2018 lalu, tidak terlepas dari sosok Nessy yang mendampngi.

Pasca Bupati Lamteng, Ardito Wijaya berangkat umroh ke KPK, beberapa waktu lalu, penggiat media sosial, jurnalis hingga masyarakat sudah mempetakan siapa sosok yang di anggap berpotensi mendampingi Komang Koheri, dari 9 nama yang di Gadang-gadang berpotensi, sosok Nessy masuk dalam salah satu calon potensial.

Meski semua itu, partai pengusunglah yang memiliki kewenangan dalam memutuskan siapa sosok yang dianggap pantas mendampingi kadernya sebagai Wakil bupati, namun terlepas dari semua itu masyarakat juga memiliki hak aspirasi, di mana sosok pendamping Komang Koheri adalah putra putri daerah, atau pribumi Kab.Lamteng, dengan alasan sosok pribumi dianggap yang memahami karakteristik wilayah secara mendalam, lebih memahami budaya dan adat istiadat, aksebilitas dan komunikasi yang lebih baik, ikatan emosional dan rasa memiliki, penguasaan geografis dan akar masalah.

  Anggaran Media di Hapus? Lalu Mereka Bertanya, Apa Dosa Kami!

Meski hal itu masih terhitung masih panjang, dimana proses kasus yang menjerat Ardito Wijaya belum ada putusan inkrah, namun hingga saat ini baru sosok Nessy yang dianggap memiliki semua yang diharapkan oleh masyarakat Lamteng. Dan tentunya sosok putra putri daerah yang diharapkan masyarakat akan menjadi pertimbangan partai pengusung, dalam menyileksi calon, dan tidak mementingkan ego partai.

Namun perlu diketahui bahwa politik itu dinamis, setiap detik, menit, jam, dan hari peta politik bisa berubah-ubah, jika Nessy benar-benar terpilih sebagai wakil Komang Koheri, ucapan beberapa tahun lalu saat Mustafa menjadi Bupati Lamteng, akan berbalik arah, “Suksesnya Nessy tidak terlepas dari sosok sang suami hebat di belakangnya”?

Dimana, dalam acara internal partai merupakan momen krusial yang sering kali mengandung makna politis, termasuk sinyal kuat yang ingin di sampaikan ke publik, atau menjadi ajang “tes ombak”. Artinya, hal itu merupakan isyarat kuat adanya restu dari tingkat struktural. Secara tidak langsung, kegiatan pelantikan pengurus DPD partai Nasdem Lamteng, kemarin bukanlah kebetulan, melainkan bagian dari “political signaling” yang terencana. Hal ini menandakan adanya kesepakatan tingkat tinggi (elite) yang sedang dikomunikasikan kepada akar rumput.

Kembali pada siapa yang bakal mendampingi Komang Koheri sebagai Wakil Bupati Lamteng nantinya, masyarakat hanya ingin sosok yang amanah, dan dapat di percaya dapat membawa Kabupaten Lamteng, yang lebih baik. Tampaknya, kegagalan demi kegagalan sosok pemimpin selama beberapa periode yang memimpin Lamteng, membuat masyarakat mati rasa, dan berpikir siapapun pemimpin di Kabupaten Lamteng ini selama sosoknya masih manusia biasa, momok yang selama ini di khawatirkan tetap saja akan terulang, namun harapan sosok yang memiliki integritas dan moral yang yang positif terhadap masyarakat benar-benar diharapkan menjadi pemimpin diKabupaten “Beguwai Jejamo Wawai” ini.! Harapan kita dan semua masyarakat.

  Refleksi Akhir Tahun 2025 : Sejarah Kelam Yang Terulang, Antara Harapan dan Kenyataan Inkonsisten Kebijakan dan Pengawasan

By. RIKI ANTONI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *