INTAILAMPUNG.COM – Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah, (Balitbangda) Kabupaten Lampung Tengah, menggelar rapat koordinasi, (rakoor) program kerja, yang bertujuan untuk menyelaraskan rencana, dan inovasi daerah dengan prioritas pembangunan pusat dan daerah.
Rakoor yang di pimpin langsung oleh Kepala Balitbangda Lamteng, Drs. Benny Sufiaga,.A.P.,M.H, bersama beberapa Kepala Bidang, kasubbag Up, rapat terkait tugas pokok dan fungsi, target dan realisasi Kegiatan, tahun 2026.
Benny menyebut bahwa, Balitbangda Lamteng, memiliki tugas pokok dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi Kegiatan Technopark dalam Pembinaan UMKM dan mengedukasi UMKM untuk meningkatkan perekonomian masyarakat menengah kebawah sehingga dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Dimana, target ditetapkan berdasarkan potensi UMKM, sementara realisasi dicapai melalui optimalisasi Pendampingan, Pembinaan serta Edukasi,” ujarnya, Selasa (2/2/2026).
Selain itu menurut Ka Balitbangda Lamteng ini menyebut pihaknya fokus pada pembagian wilayah kerja tahun 2026 untuk memperkuat program kerja kedepan. Namun, sayang kita Pemkab. Lamteng, sampai saat ini masih belum menggelar Musrenbang 2027.
Menurutnya, secara umum, rakoor Balitbangda Lamteng, bertujuan mengembangkan hasil dari Musrenbang, untuk menghasilkan dokumen Renja/Renstra yang akuntabel dan inovatif untuk meningkatkan kinerja daerah. Kemudian, penyelarasan dengan Visi Nasional 2026.
Dalam rakor kita fokus pada penyelarasan rencana program dan kegiatan tahun anggaran 2026 dengan arah kebijakan pemerintah pusat (RPJMN 2025-2029) serta dukungan anggaran yang ada. Dimana program kerja Balitbangda masih fokus pada inovasi yang mencakup peningkatan kualitas kelitbangan, review kebijakan, serta pengembangan inovasi yang berdampak kepada masyarakat luas.
“Kita membahas detail program, subkegiatan, indikator kinerja, target, dan pagu anggaran untuk tahun 2026 dan perencanaan tahun 2027,” tandasnya.
Artinya, sinergisitas daerah dengan berbagai pihak, dalam rakoor pihaknya menekankan kolaborasi antar perangkat daerah dan pihak terkait dalam merumuskan target kinerja, pemantauan, dan evaluasi kebijakan.
“Seperti contoh isu spesifik, dimana beberapa daerah menyoroti isu-isu spesifik dalam program kerja seperti penanganan kemiskinan, peningkatan SDM, diseminasi kelitbangan, dan pengendalian inflasi,” pungkas Kaban litbangda Lamteng ini. (rki/red).












