INTAILAMPUNG.COM – Viral di media sosial, sebuah video yang memperlihatkan kondisi jembatan gantung penghubung antara Kampung, Poncowati dengan Kampung, Bandar Harapan, Kabupaten Lampung Tengah, dengan keadaan yang membahayakan dan sangat memprihatinkan.
Video itu dibagikan oleh seorang pelajar yang memperlihatkan jembatan terendam banjir, namun tetap menjadi akses warga untuk beraktivitas, termasuk para siswa/siswi yang berdomisili di wilayah tersebut, baik pergi ke sekolah, maupun aktivitas yang lain. Meski ada akses lain, namun warga harus menempuh dan menghabiskan waktu lebih lama.
Dikutip dari infokyai, pada Selasa 10 Februari 2026 kemarin, video yang beredar itu berlokasi di Kamp. Poncowati, akses penghubung ke Kamp. Bandar Harapan, Lamteng. Kondisi jembatan gantung itu, tampak terendam banjir, akibat debit hujan yang turun dalam beberapa pekan terakhir.
Video yang di unggah itu, menuai beragam reaksi dari warganet. Dan banyak yang mengkhawatirkan keselamatan pelajar dan warga setempat, yang menggunakan jembatan sebagai akses sehari-hari.
“Kita sangat berharap ada perhatian dari pemerintah daerah, bagaimana memberikan solusi atas hal ini. Kasihan melihat anak-anak sekolah yang harus berjuang melewati derasnya arus dengan keadaan jembatan terendam. Dan, bila kami harus putar arah, tentunya akan lebih jauh dan waktu tempuh yang lama,” kata salah satu warganet dalam kolom komentar.
Selain itu, para siswa yang melintas jembatan itu, nyeletuk minta perhatian dari Presiden Prabowo untuk melihat kondisi akses jalan mereka. “Pak, Prabowo lihat perjuangan kami hendak ke sekolah dan sebaliknya, tolong kami Pak Prabowo,” ujar siswa yang menggugah video.
Hal itu, membuat opini yang berkembang menyinggung soal tanggung jawab perbaikan infrastruktur, dan bentuk perhatian dari Pemkab Lamteng dalam hal ini. Apakah ini potret realita yang sebenarnya di rasakan masyarakat, dan para siswa di daerah saat ini,
Apakah pemerintah daerah tidak memiliki anggaran darurat bencana yang bersumber dari APBD, utamanya melalui pos Belanja Tidak Terduga (BTT). Dimana anggaran itu digunakan untuk penanganan tanggap darurat, rehabilitasi, serta rekonstruksi fasilitas dasar.
Pemda melalui BPBD juga dapat menyediakan dana siap pakai, bahkan di beberapa kasus, dana darurat bisa berupa uang persediaan di BPBD. Atau Pemda dapat melakukan pergeseran anggaran antar objek belanja untuk kebutuhan mendesak saat bencana, artinya Pemda memiliki mekanisme keuangan khusus untuk merespons bencana secara cepat dan akuntabel. (rki/red)












