Intailampung.com, Bengkulu – Halaman Kantor DPD RI Perwakilan Provinsi Bengkulu menjadi saksi bisu kembalinya para “petarung” rantau ke tanah kelahiran pada Senin malam (15/03). Di bawah temaram lampu kota, suasana haru dan lega menyelimuti kedatangan rombongan “Mudik Gratis Bersama KAMSRI 2026”. Program kolosal ini merupakan buah sinergi strategis antara Ketua DPD RI, Sultan B. Najamudin, dengan Dewan Pimpinan Pusat Kesatuan Angkatan Muda Sriwijaya (DPP KAMSRI).
Di tengah fluktuasi harga tiket transportasi yang kerap melonjak tajam menjelang hari raya, kehadiran program ini muncul sebagai jawaban konkret atas keresahan masyarakat. Sekitar 500 peserta pemudik dengan total 9 armada bus diberangkatkan secara nasional dari Jakarta. Khusus untuk rute menuju Bumi Rafflesia, Sekitar 140 orang yang terdiri dari elemen mahasiswa pascasarjana, mahasiswa sarjana, hingga masyarakat umum, difasilitasi menggunakan 3 armada bus yang dilepas langsung dari Kompleks Parlemen Senayan.
Manifestasi Ketangguhan di Jalur Lintas Sumatera :
Muhammad Wani’man Nashir, S.Hut., Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Pascasarjana Bengkulu (IMPB) IPB University, didapuk memberikan sambutan tunggal sebagai representasi seluruh rombongan pemudik. Di hadapan Kepala Biro Persidangan II Setjen DPD RI, Dr. Untung Putra Jaya, S.Pd., M.M., Nashir memberikan potret nyata mengenai dinamika perjalanan panjang yang mereka lalui demi sebuah kata “pulang”.
“Perjalanan lebih dari 30 jam melintasi lekuk ekstrem jalur Lintas Sumatera bukanlah perkara mudah secara fisik. Jika kondisi kami saat ini di-rontgen, mungkin tulang punggung kami sudah meliuk-liuk mengikuti setiap tikungan tajam yang kami lalui sepanjang perjalanan,” Nashir menyampaikan pesan yang segar namun sarat akan makna, yang seketika mencairkan suasana dan disambut tawa hangat dari jajaran pejabat serta para peserta mudik.
Namun, di balik candaan segar tersebut, Nashir menyelipkan pesan mendalam mengenai nilai ketangguhan. Menurutnya, kelelahan fisik tersebut merupakan manifestasi dari kerinduan yang besar untuk kembali ke akar daerah.
“Wajah-wajah lelah yang Bapak dan Ibu lihat malam ini adalah potret ketangguhan para perantau baik mahasiswa maupun masyarakat umum yang tetap menjaga dedikasi, kedisiplinan, dan ketertiban hingga sampai ke tujuan dengan selamat,” tambahnya.
Dampak Ekonomi dan Penguatan Modal Sosial:
Sebagai mahasiswa Magister Ilmu Pengelolaan Hutan, Fahutan IPB dan alumni Kehutanan Universitas Bengkulu (UNIB), Nashir memberikan perspektif yang lebih luas mengenai urgensi program ini. Ia menilai bahwa bantuan ini tidak boleh hanya dilihat dari sisi fasilitasi transportasi semata, tetapi juga dari aspek ketahanan ekonomi keluarga di perantauan.
“Dana yang berhasil diefisiensikan dari fasilitas mudik gratis ini memberikan nafas lega bagi ekonomi rumah tangga para perantau. Anggaran yang semula dialokasikan untuk biaya tiket yang tinggi, kini dapat dialihkan oleh warga untuk pemenuhan kebutuhan keluarga yang lebih mendesak di kampung halaman. Ini adalah bentuk stimulus ekonomi langsung yang manfaatnya dirasakan secara instan oleh masyarakat,” jelas Nashir dengan tegas.
Ia secara khusus menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ketua DPD RI, Sultan B. Najamudin, serta seluruh jajaran DPP KAMSRI di bawah komando Kanda Aldhi Setiawan Putra, S.H., M.H., Ketua Panitia Maulana Taslam, S.H., dan seluruh panitia pelaksana yang telah bekerja keras memastikan keselamatan dan kenyamanan peserta.
Membangun Sinergi Intelektual dan Kebijakan :
Mewakili panitia pusat, pengurus DPP KAMSRI, Muhammad Akmal Hidayatullah, S.H, menyatakan bahwa inisiatif ini adalah bagian dari komitmen organisasi untuk selalu responsif terhadap dinamika dan aspirasi masyarakat Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). Senada dengan hal tersebut, Dr. Untung Putra Jaya menyampaikan rasa bangganya atas kedewasaan dan ketertiban para peserta selama menempuh perjalanan lintas provinsi.
Menutup kata sambutan nya, Nashir menekankan bahwa kolaborasi antara lembaga tinggi negara, tokoh nasional, dan organisasi kepemudaan seperti DPP KAMSRI harus terus dirawat sebagai agenda rutin tahunan. Ia melihat hal ini sebagai modal sosial yang sangat besar bagi kemajuan daerah.
“Harapan kami, sinergi ini tidak berhenti sampai di sini saja, melainkan menjadi pemantik kolaborasi-kolaborasi strategis lainnya di masa depan. Hubungan harmonis dan komunikasi dua arah antara tokoh nasional di pusat dengan masyarakat serta intelektual muda di daerah adalah kunci utama untuk mengakselerasi kemajuan wilayah Sumbagsel secara kolektif dan berkelanjutan,” pungkas Nashir.
Acara penyambutan tersebut diakhiri dengan sesi dokumentasi bersama di pelataran Kantor DPD RI Perwakilan Provinsi Bengkulu, sebagai simbolisasi suksesnya sebuah pengabdian kolektif bagi masyarakat daerah. (*)












