INTAILAMPUNG.COM — Rekaman percakapan telepon berdurasi sekitar sembilan menit yang diduga melibatkan Kepala SMPN 2 Buminabung berinisial H dan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Lampung Tengah berinisial A menggegerkan lingkungan pendidikan setempat.
Rekaman tersebut beredar luas melalui pesan WhatsApp dan diduga memuat percakapan mengenai Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kabupaten Lampung Tengah, I Nengah Suhartana, yang juga menjabat Kepala SMPN 1 Bandarsurabaya.
Isi percakapan menjadi sorotan lantaran diduga tidak hanya membahas persoalan kedinasan, tetapi juga memuat sejumlah pernyataan yang menyasar pribadi Nengah.
Dalam rekaman yang beredar, H diduga melontarkan sejumlah tudingan terhadap Nengah. Di antaranya mengenai dugaan pungutan di lingkungan sekolah yang dikaitkan dengan MKKS, serta sejumlah pernyataan bernada negatif mengenai pribadi Nengah.
Bahkan, terdapat bagian percakapan yang diduga mengaitkan Nengah dengan penyalahgunaan narkotika.
Tudingan tersebut belum terverifikasi dan tidak dapat dianggap sebagai fakta. Keaslian rekaman, konteks percakapan secara utuh, serta kebenaran substansi pernyataan di dalamnya masih membutuhkan klarifikasi dan pembuktian dari pihak-pihak yang disebut.
Ketua MKKS SMP Kabupaten Lampung Tengah, I Nengah Suhartana, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa suara dalam rekaman tersebut diduga merupakan percakapan antara H dan A.
Nengah mengaku terkejut ketika mengetahui rekaman tersebut beredar luas.
“Iya benar itu suara Kepala SMPN 2 Buminabung dengan Pak Sekretaris Dinas. Saya kaget, terus terang dengar rekaman itu saya kaget,” kata Nengah, Kamis (1/10/2026).
Menurut Nengah, persoalan tersebut menjadi serius karena percakapan yang beredar dinilainya telah menyerang nama baik dan masuk ke ranah pribadi.
Terlebih, H merupakan sesama kepala sekolah yang selama ini dikenalnya.
“Itu kan fitnah. Dia menjelek-jelekkan saya. Menyerang pribadi saya. Itu sebenarnya yang saya tidak terima. Saya juga punya harga diri lho,” ujarnya.
Nengah mengaku tidak memungkiri bahwa setiap orang memiliki masa lalu. Namun, ia menegaskan dirinya memiliki prinsip untuk memperbaiki diri.
“Kalau bicara keburukan, semua orang tentu punya masa lalu, kan Mas. Dan saya punya prinsip untuk berubah,” katanya.
Bantah Dikaitkan dengan Kepala Dinas
Nengah juga menyoroti pernyataan dalam rekaman yang menurutnya mengaitkan dirinya sebagai “orangnya kepala dinas”.
Ia membantah anggapan tersebut dan menegaskan hubungan dirinya dengan Kepala Disdikbud Lampung Tengah merupakan hubungan kedinasan.
“Apalagi membawa nama pimpinan. Padahal saya ini bukan orangnya kepala dinas. Hubungan saya dengan Pak kepala dinas adalah hubungan antara atasan dan bawahan yang bekerja sama untuk memajukan pendidikan di Lampung Tengah,” jelasnya.
Menurutnya, perbedaan pandangan atau persoalan internal seharusnya disampaikan secara terbuka dan diklarifikasi, bukan melalui percakapan yang kemudian beredar ke publik.
Masih Beri Ruang Klarifikasi
Meski merasa nama baiknya dirugikan, Nengah mengaku masih memberikan kesempatan kepada pihak yang bersangkutan untuk memberikan klarifikasi.
Ia berharap ada itikad baik untuk menjelaskan persoalan tersebut dan meluruskan informasi yang beredar.
Namun, apabila tidak ada klarifikasi, Nengah menyatakan siap membawa persoalan itu ke jalur hukum.
“Kalau tidak ada klarifikasi, akan saya lanjutkan ke jalur hukum karena telah mencemarkan nama baik saya,” tandasnya.
Peredaran rekaman tersebut kini menjadi perhatian karena menyeret nama kepala sekolah, pejabat Disdikbud, serta Ketua MKKS SMP Lampung Tengah dalam satu percakapan yang berujung pada ancaman langkah hukum. (Red)












