INTAILAMPUNG.COM — Di balik setiap generasi yang tumbuh menjadi manusia berilmu, berkarakter, dan berdaya saing, ada sosok guru yang tak pernah lelah mendampingi, membimbing, sekaligus menanamkan nilai-nilai kehidupan.
Pesan itulah yang kembali mengemuka dalam momentum Hari Guru Sedunia (World Teachers’ Day) yang diperingati setiap 5 Oktober. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kabupaten Lampung Tengah, Dr. Nur Rohman, S.E., M.Sos.I., menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan, khususnya yang selama ini mengabdikan diri di Kabupaten Lampung Tengah.
Menurut Nur Rohman, peran guru tidak sebatas menyampaikan materi pelajaran di ruang kelas. Guru memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter, membangun mental, serta mempersiapkan generasi muda agar mampu menghadapi perubahan dan tantangan zaman.
“Selamat Hari Guru Sedunia untuk seluruh guru dan tenaga kependidikan, khususnya di Kabupaten Lampung Tengah. Terima kasih atas ketulusan, loyalitas, dan dedikasi tanpa lelah dalam mendidik serta menempa karakter anak-anak bangsa,” ungkap Dr. Nur Rohman.
Ia menilai, tantangan dunia pendidikan saat ini semakin kompleks. Perkembangan teknologi, perubahan sosial, hingga tuntutan kompetensi masa depan menuntut para pendidik untuk terus belajar, beradaptasi, dan menghadirkan metode pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Karena itu, momentum Hari Guru Sedunia dinilai menjadi pengingat bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga membutuhkan kekuatan dan komitmen para pendidik di lapangan.
Nur Rohman menegaskan, jajaran Disdikbud Lampung Tengah berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan mutu pendidikan, termasuk melalui penguatan kompetensi pendidik serta upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh peserta didik.
Baginya, guru harus mendapatkan ruang untuk berkembang sehingga mampu menjalankan perannya secara optimal di tengah perubahan dunia pendidikan yang berlangsung cepat.
“Transformasi pendidikan yang berkelanjutan tidak dapat dilakukan sendiri. Dibutuhkan sinergi yang kuat antara guru, pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan,” tegasnya.
Ia berharap peringatan Hari Guru Sedunia bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum untuk kembali melihat besarnya kontribusi guru terhadap masa depan daerah dan bangsa.
Sebab, keberhasilan pendidikan pada akhirnya tidak hanya diukur dari nilai akademik peserta didik, tetapi juga dari lahirnya generasi yang memiliki karakter kuat, berakhlak mulia, mampu beradaptasi, serta memiliki daya saing.
“Semoga momentum Hari Guru Sedunia ini semakin memacu semangat para pendidik di Lampung Tengah untuk terus berinovasi, berkarya, dan memberikan pengabdian terbaik bagi generasi penerus,” harap Nur Rohman.
Di tangan para guru, lanjutnya, pendidikan bukan sekadar proses mentransfer ilmu. Lebih dari itu, pendidikan merupakan proses panjang untuk menyiapkan manusia yang akan menentukan wajah Lampung Tengah dan Indonesia di masa depan. (*/red)












