Baroji Gelar Sospen di Buminabung Ilir, Soroti Lunturnya Gotong Royong dan Kecemburuan Bansos

INTAILAMPUNG.COM – Semangat gotong royong yang mulai memudar akibat kecemburuan sosial terkait penyaluran bantuan pemerintah menjadi sorotan dalam kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan yang digelar Anggota DPRD Kabupaten Lampung Tengah, Baroji, di Kampung Buminabung Ilir, Kecamatan Buminabung, Rabu (14/10/2026).

Persoalan tersebut mencuat saat salah satu peserta menyampaikan kritik mengenai penerapan Sila Ketiga Pancasila, Persatuan Indonesia, di tengah masyarakat. Penyaluran bantuan pemerintah yang dinilai belum merata disebut turut memicu kecemburuan sosial dan berdampak pada semangat kebersamaan warga.

Menanggapi hal itu, Baroji menegaskan bahwa persatuan dan gotong royong tidak seharusnya bergantung pada ada atau tidaknya bantuan pemerintah. Menurutnya, kesadaran untuk menjaga kebersamaan harus tumbuh dari setiap individu demi menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis.

“Kesadaran itu harus tumbuh dari masing-masing pribadi. Menjaga persatuan dan kebersamaan di kampung adalah kebutuhan kita bersama, bukan karena dipengaruhi oleh persoalan bantuan,” ungkap Baroji.

Kegiatan sosialisasi yang diikuti sekitar 150 peserta dari berbagai elemen masyarakat tersebut merupakan bagian dari program DPRD Kabupaten Lampung Tengah yang mulai dilaksanakan pada 2026. Sekretaris Camat Buminabung, Abdul Rohmat, turut hadir sebagai narasumber untuk menyampaikan materi mengenai pentingnya memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Baroji mengatakan, sosialisasi tersebut tidak sekadar bertujuan mengenalkan Pancasila secara teori, tetapi juga mendorong masyarakat memahami makna setiap sila dan menjadikannya sebagai pedoman dalam bersikap maupun bertindak.

“Intinya, bagaimana masyarakat memahami ideologi Pancasila, mengetahui isi dari butir-butir Pancasila, kemudian nilai-nilainya bisa masuk ke dalam hati masing-masing dan tercermin dalam kehidupan bermasyarakat,” kata Baroji.

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Lampung Tengah itu menilai, pada dasarnya masyarakat telah menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Namun, penerapan tersebut perlu diiringi pemahaman yang utuh agar tidak berhenti sebatas kebiasaan, melainkan menjadi kesadaran bersama.

  Penanganan DBD, Mau Tahu Gaya Kepemimpinan Bupati Loekman, Ini Dia..!

Menurutnya, nilai-nilai Pancasila harus berlaku bagi seluruh lapisan masyarakat, tanpa membedakan status sosial, profesi, maupun kedudukan. Baik pejabat, pengusaha, petani, maupun masyarakat umum memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga persatuan dan kerukunan.

“Sebetulnya dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat sudah mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Hanya saja, terkadang ada yang belum memahami secara utuh. Melalui sosialisasi ini, kita dorong agar masyarakat semakin memahami dan menerapkannya, sehingga kehidupan bermasyarakat bisa berjalan lebih baik, tenteram, dan harmonis,” ujarnya.

Baroji menambahkan, Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 merupakan landasan penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena itu, penguatan wawasan kebangsaan dinilai tetap relevan di tengah perkembangan zaman dan berbagai persoalan sosial yang muncul di lingkungan masyarakat.

Ia berharap, masyarakat semakin memahami pentingnya menghormati perbedaan, memperkuat toleransi, menjaga persatuan, serta menghidupkan kembali semangat gotong royong.

Persoalan kecemburuan sosial yang disampaikan warga dalam forum tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pengamalan Pancasila menghadapi tantangan nyata di tingkat bawah. Persatuan tidak cukup hanya diserukan, tetapi juga perlu diwujudkan melalui kepedulian, keadilan sosial, dan kesadaran untuk menjaga kebersamaan di tengah berbagai perbedaan.

“Melalui kegiatan ini, kita berharap masyarakat semakin memahami Pancasila dan mampu menerapkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *