Harga Beras Naik, Dinas Perdagangan Lambar Rencanakan Gelar Op

Lampung Barat, Intailampung.com – Tingginya harga beras ditingkat pasaran saat ini membuat warga menjerit. Sepekan terakhir, harga beras di pasaran melonjak naik Rp.1000-Rp2000 perkilo.

Salah seorang warga Joko mengatakan, jika kenaikan harga beras itu sangat drastis hingga menyulitkan. “Saat terasa bagi kami atas kenaikan beras ini, kalau kenaikannya cuman seratus rupiah masih mending, ini naiknya sampai seribu perkilo,” kata dia.

Diharapkan bagi pemangku kebijakan untuk mengatasi hal ini, sehingga tidak membuat masyarakat menengah kalang kabut. “Mudah-mudahan ini tidak berlangsung lama, dan ada tindakan pemkab terkait mahalnya harga beras ini,” ungkap Joko.

Sementara itu Kabid Perdagangan Sri Hartati mendampingi Kepala Dinas Koprasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Amirian mengatakan, jika lonjakan harga beras memang menyeluruh atau secara Nasional. “Saat ini memang masih musim peceklik bagi masyarakat, hingga stok beras juga berkurang. Jumat 12 Januari 2017 lalu, kami melakukan pemantauan pasar dan itu memang mengalami kenaikan,” kata dia.

Untuk titik pantau pasar ini sendirin dipusatkan di beberapa lokasi diantanya Pasar Kecamatadannbsp; Suoh, Balikbukit Way Tenong, dan Sumberjaya. “Dari sejumlah titik pantau itu memang naik harga beras, itu dikarenakan stok juga sudah menipis,” kata Sri.

Agar masalah kanaikan beras bisa teratasi pemkab akan secepatnya melakukan kegiatan Operasi Pasar (OP). “OP ini sendiri yakni Pemkab dengan Bulog akan menggelar pasar murah, tentunya harga yang di berikan lebih murah dari harga ditingkat penjual saat ini,” kata dia.

Saat ini Pemkab Lampung Barat sedang mengajukan permintaan ke Bulog agar bisa menggelar OP, sehingga nantinya sesuai dengan keputusan kementrian pangan Bulog bisa mendistribusikannya di tingkat toko. “Saat ini stok beras di gudang bulogdannbsp; sebanyak 1.100 ton, dan itu cukup untuk stok selama tiga bulan kedepan,” kata dia.

  Berani Coba Bersepeda Melayang? Datanglah ke Lombongo

Bila OP beras dilakukan bulan ini, kelangkaan dan kenaikan harganya diyakini bisa teratasi karena petani mulai memasuki masa panen.

“Biasanya musim.panen petani pada bulan Maret – April, dan stok yang ada bisa menopang sementara. Stok ini sendiri juga mayoritas beras lokal artonya hasil beras kita juga sabgat bagus,danrdquo; kata dia.(intai/sbm)

dannbsp;

dannbsp;

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *