Dengan KUBE Pemprov Lampung Entaskan Kemiskinan

Bandarlampung, INTAILAMPUNG.COMdannbsp;- Konsep fakir miskin tidak dapat dipisahkan dari kemiskinan. Dimana kemiskinan merupakan keadaan ketidak mampuan dalam memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan dan kesehatan.

Berdasarkan data BPS Lampung, angka kemiskinan cenderung menurun. Pada 2015 persentase penduduk miskin Provinsi Lampung sebanyak 14,35 %, pada 2017 turun menjadi 13,69%. Diawal 2018 menjadi 13,04%.dannbsp;

Demikian sambutan tertulis Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung yang dibacakan oleh Sekretaris Dinas M. Risco Irawan pada acara Sosialisasi Program Penanganan Fakir Miskin Perdesaan di Yunna Hotel Bandarlampung, Kamis (26/7/2018).

Sementara itu, Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo pada setiap kesempatan mengharapkan percepatan pengentasan kemiskinan serta meningkatkan ekonomi keluarga. Salah satunya upaya yang dilakukan pemerintah yakni melalui pendekatan Kelompok Usaha Bersama(KUBE).

“Berdasarkan verifikasi yang dilakukan pada tahun 2018 di daerah perdesaan telah diprogramkan sebanyak 50 KUBE atau 500 Keluarga,” ucapnya.

“Pada tahun 2018 ini, hanya mampu dialokasikan di Kabupaten Mesuji sebanyak 20 KUBE dan Kabupaten Tanggamus sebanyak 30 KUBE. Masing-masing KUBE menerima bantuan modal usaha sebesar 20 juta melalui castransfer,” imbuhnya.

Di depan peserta sebanyak 60 orang yang berasal dari Dinas Sosial Kabupaten/Kota Se-Provinsi Lampung, Risco menekankan, bahwa melalui KUBE dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan sosial para kelompok miskin yang ditandai dengan terpenuhinya kebutuhan hidup sehari-hari, meningkatnya pendapatan keluarga, pendidikan dan derajat kesehatan.

Selain itu, juga bertujuan untuk mengembangkan dinamika kehidupan kelompok sosial seperti, pengembangan hubungan sosial yang semakin harmonis, pengembangan kreatifitas, menumbuhkandannbsp; semangat kebersamaan dan kesetiakawanan sosial, meningkatkan sikap kemandirian, kemauan dan lain-lain.dannbsp;

“Dengan demikian anggota KUBE menjadi sumber daya manusia yang utuh dan mempunyai tanggung jawab sosial ekonomi terhadap diri, keluarga dan masyarakat serta ikut berpartisipasi dalam pembangunan,” jelasnya.

  Wakil Gubernur Lampung Dan Walikota Bandar Lampung Tinjau Kesiapan Rumah Ibadah Dalam Menghadapi New Normal

Melalui pendekatan KUBE ini, kata Risco, diharapkan kelompok sasaran mampu menggali dan memanfaatkan sumber daya alam, sosial, ekonomi, sumber daya manusia dan lingkungan serta sumber-sumber disekitarnya untuk kepentingan pengembangan potensi yang dimiliki.dannbsp;

“Sosialisasi yang akan berlangsung selama tiga hari ini, diharapkan para pembina mampu mengintegrasikan sumber daya di desa dalam kepentingan kelompok,” tandasnya.

Sebagai narasumber dalam kegiatan ini yakni dari Direktur Fakir Miskin Perdesaan, Kemensos RI, Dinas Sosial Provinsi, Bank Indonesia Perwakilan Lampung, Bulog Divre Lampung. (Ppid-dinsos).

Baca Juga

LAINNYA

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *