Pengembangan Mobil Listrik Anak Bangsa Telan Rp 2 Miliar

Pengembangan Mobil Listrik Anak Bangsa Telan Rp 2 MiliarMobil listrik Blits Foto: dok. Blits

Jakarta – Berbeda dengan para pabrik mobil komersil, pengembangan mobil oleh para akademisi memerlukan pengorbanan uang yang banyak Salah satu mobil listrik offroad hasil kerjasama Universitas Budi Luhur dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember ITS setidaknya telah menghabiskan biaya sebesar Rp 2 miliar

Uang sebanyak tersebut digunakan untuk mengembangkan trial dan eror agar bisa menjadi mobil listrik Neo Blits yang saat ini tampil di Indonesia International Motor Show 2019 JiExpo Kemayoran, Jakarta Pusat

“Mulai dari Blits dulu termasuk gagal-gagalnya Yang mahal itu R&D-nya Kurang lebih hampir Rp 1,8 milar sampai Rp 2 miliar,” ujar Pimpinan Proyek Blits, Sujono, pada Minggu 28/4/2019 di booth Neo Blits IIMS 2019

Sujono menceritalan, tak jarang beberapa dari komponen tertentu mengalami rusak meski didatangkan dari luar negeri dengan biaya mahal

“Karena ada beberapa part dalam negeri tidak ada, harus kami datangkan Kemudian kadang baru datang kita coba langsung jebol juga terjadi sehingga ada beberapa biaya memang cukup tinggi,” jelas Sujono

Blits sendiri sejak pertama kali dibuat dikerjakan selama 9 bulan Sedangkan Neo Blits yang dikembangan dari unit yang sama hanya membutuhkan waktu 1,5 bulan

“Untuk blits dikerjakan kurang lebih 8-9 bulan tapi untuk Neo Blits ini untuk menyesuaikan sistem elektrik, merombak drivetrain nya, dan reasembling baterai kita selesaikan kurang lebih 1,5 bulan,” pungkas Sujono rip/lth

Demikian berita ini dikutip dari DETIK.COM untuk disampaikan kepada pembaca sekalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *