APD Yang Dipesan Tak Sesuai Standar, Dinkes Lamteng Ancam Keselamatan Petugas Medis

INTAILAMPUNG.COM – Alat Pelindung Diri (APD) berupa baju hazmat bisa membahayakan petugas medis Lampung Tengah yang bertugas menangani pasien penderita virus corona, lantaran tidak sesuai setandar.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamteng dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Demang Supulau Raya diketahui telah memesan baju hazmat ini, dan rencananya akan di disteribusikan ke seluruh puskesmas Se-Lamteng, pada 9 April 2020 besok.

Dari keterangan Kabid SDM Dinkes Lampung Tengah Hadman, bahwa APD sudah diterima Dinkes Lamteng siang ini. Saat ini sedang dihitung dan di pilah-pilah. Rencananya, untuk tahap awal setiap puskesmas akan mendapat 10 set APD. Hal ini mengingat APD yang diterima Dinkes baru separuhnya.

“Totalnya nanti 30 set APD per puskesmas. Tetapi ini belum semua sampai ke Dinkes, baru separuh. Maka untuk distribusi besok baru kami berikan masing-masing 10 set,” kata Hadman, Rabu, 8 April 2020.

Sebelumnya, ramai diberitakan petugas kesehatan dan puskesmas Seputihbanyak menolak memeriksa pasien karena tak memiliki APD.

Namun setelah dilakukan pengecekan oleh Anggota Dewan DPRD Lamteng APD yang di terima Dinkes dan RSUD Demang Sepulau Raya tidak sesuai dengan standar.

Dari pantauan lapangan, Dua Anggota Komisi IV DPRD Lamteng Yunisa Putra dan Agus Suwandi menilai APD yang di pesan tidak sesuai standar. Sehingga bisa membahayakan tenaga medis yang bertugas menangani pasien covid-19.

Untuk itu, pihaknya mendesak Pemkab Lampung Tengah bertindak dengan benar untuk melindungi para petugas kesehatan yang akan menerima baju tersebut.

Dari hasil tinjauan kelokasi gedung Dinkes Lamteng, Yunisa Putra dan Agus Suwandi mengatakan, bahwa 11 karung baju hazmat yang berisi 90 pcs APD, diduga tidak standar karena tembus air saat dipakai.

  Hanya Karena Pulang Karja Malam Suami KDRT Istri, Lapor Polisi 5 Tahun Penjara

“Kalau begini, Dinkes membahayakan petugas kesehatan yang ada di puskes-puskes,” kata Yunisa, saat meninjau persiapan pendistribusian APD di Gedung Dinkes Lamteng, Rabu (8/4/2020).

Menurut dia, Komisi IV DPRD akan menindaklanjuti persoalan ini dengan memanggil Dinkes dan RSUD Demang Sepulau Raya.

Agus Suwandi menambahkan, terkait baju hazmat yang tak sesuai standar, seharusnya pihak Dinkes dan RSUD Demang Sepulau Raya mengetahui standarisasi.

“Sangat mendesak bagi para petugas di puskes-puskes untuk segera mendapat APD agar tak ada lagi pasien yang ditolak. Ini harus segera diselesaikan, mereka yang berhadapan langsung dengan masyarakat,” kata Agus Suwandi.

Dari pantauan lapangan, petugas dari RSUD Demang Sepulau Raya diketahui akan mengembalikan baju-baju hazmat tersebut, untuk ditukar. Karena yang diterima tidak sesuai pesanan.

Sementara saat dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp, Kepala Dinas Kesehatan Lamteng Dr. Otnel juga membenarkan, bahwa APD yang dipesan tidak sesuai sehingga akan dikembalikan. “Dibalikin tidak sesuai pemesanan,” ucapnya. (intai).

Baca Juga

LAINNYA