Dugaan Broker Proyek di Tulang Bawang, Bupati dan Ketua DPRD Belum Respon

Tulang Bawang,Intailampung.com-Bupati Tulang Bawang Winarti dan Ketua DPRD Tulangbawang Sopi’i Azhari didesak bersikap terkait dugaan 2 oknum anggota sekretariat PDI-P Tulang Bawang, Us dan FRN yang dituding menjadi broker proyek untuk mencari keuntungan. Hal itu ditegaskan LSM Gamapela.

“Kami minta bupati dan ketua DPRD bersikap dan tidak mendiamkan kasus ini. Dan bagian untuk membuktikan komitmen pejabat tuba bersih dari KKN. Kalau ini dibiarkan akan bisa banyak korban-korban lain yang sudah kasih uang dijanjikan proyek tapi ternyata hanya proyek pepesan kosong,” ujar Ketua Gamapela Tony Bakrie. 

Menurut Tony ia mendapat laporan dari korban yang sudah dirugikan dua oknum tersebut. “Kami ini dapat laporan makanya kita sampaikan ke publik, agar jangan ada korban-korban lain,” tegasnya. 

Diketahui dua oknum anggota PDI-P Kabupaten Tulang Bawang Usman dan dan FRN, mengklaim sebagai orang dekat Bupati Tulangbawang Winarti dengan Ketua DPRD Tulangbawang Sopi’i Azhari untuk mencari uang.

Dua oknum tersebut Usman dan FRN modusnya mengaku sebagai orang kepercayaan Winarti dan Sopi’i , kemudian meminta dana kepada sejumlah pihak dengan alasan kebutuhan operasional tim kerja atas perintah Bupati dan Ketua Dewan.

Kemudian orang-orang yang memberi dana tersebut nantinya dijanjikan pekerjaan atau paket proyek senilai uang yang telah mereka terima. Namun faktanya proyek yang dijanjikan tidak ada sedangkan uang yang sudah diserahkan tidak kembali

Untuk itu Gamapela mendesak bupati dan ketua DPRD bersikap guna menjaga nama baik mereka. Dan penegak hukum harus bertindak melakukan penyelidikan. “Bupati dan ketua DPRD jangan tidak diam, harus bersikap buktikan bahwa mereka benar-benar tidak ada kaitan dengan dua orang itu,” tegasnya.

Menurut Tony, dari pengaduan korban kepada Lembaganya, modus oknum tersebut meyakinkan calonnya dengan cara menunjukkan bukti chat pertemuan mereka dengan Ketua DPRD Kabupaten Tulang Bawang.

Sampai saat ini kuat dugaan keduanya masih aktif melakukan kegiatan proyek pembangunan infrastruktur maupun pengadaan barang dan jasa di tulangbawang. Bahkan ada yang sudah sampai kasih uang Rp 300 juta kepada pelaku itu,” ungkapnya. 

Selain itu kata dia, kedua oknum tersebut juga diduga banyak mengerjakan sejumlah proyek di Tulangbawang salahsatunya kegiatan pembangunan taman simpang penawar Kecamatan Banjar Margo senilai Rp 12,804  miliar yang dikerjakan PT Talang Batu Berseri

“Kami juga dapat laporan bahwa oknum itu banyak  pegang kegiatan salahsatunya pembangunan taman simpang penawar Banjar Margo dengan nilai proyek sekitar Rp 12,8 miliar.

Sementara Bupati Tulangbawang Winarti yang juga Ketua DPC PDI-P Kabupaten Tulangbawang yang coba dikonfirmasi perihal masalah ini, ponselnya sedang dalam keadaan tidak aktif. Pesan whatsapp hanya di baca.

Ketua DPRD Tulangbawang Sopi’i Azhari yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp tidak membalas meskipun sedang online. (Bong)

Baca Juga

LAINNYA