Bandar Lampung, Intailampung.com-Akhirnya jalan milik Pemerintah Provinsi Lampung dan pemerintah kabupaten di Lampung yang dialihkan perbaikannya oleh pemerintah pusat kini mulai dikerjakan oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Lampung.
Diketahui, pemerintah pusat sebelumnya mengambil alih perbaikan jalan di Lampung dengan menganggarkan sebesar Rp 814 miliar.
Hal itu pasca kunjungan Presiden RI Joko Widodo ke Lampung untuk mengecek kondisi jalan rusak yang sempat viral beberapa waktu lalu.
Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Lampung Susan Novelia mengatakan, progres perbaikan 17 ruas jalan di Lampung yang dialihkan ke pusat saat ini sudah selesai dalam tahap penandatanganan kontrak pengerjaan.
“Untuk update Inpres jalan daerah anggaran sudah diberikan dari Kemenkeu ke Kementerian PUPR melalui BPJN Lampung untuk 17 ruas jalan. Saat ini sudah penandatangan kontrak artinya kegiatan sudah bisa dijalankan,” kata Kepala BPJN Lampung Susan Novelia saat ditemui usai menghadiri rapat dengan anggota DPRD Lampung di ruang Komisi Besar DPRD Lampung, Senin (31/7).
Susan membeberkan, 17 ruas jalan di Lampung yang dialihkan ke pusat itu terdiri dari tujuh ruas jalan milik Pemerintah Provinsi Lampung dan 10 ruas jalan milik pemerintah kabupaten.
“Secara umum kerusakan jalan kondisi berat itu akan ditangani menggunakan rigid beton, tetapi ada juga yang aspal,” bebernya.
Dia mengungkapkan 17 ruas jalan yang diperbaiki oleh BPJN Lampung itu termasuk jalan yang sempat dikunjungi oleh Presiden RI Joko Widodo pada 5 Mei 2023 lalu.
“Iya, jalan yang pernah dikunjungi Pak Jokowi juga masuk dalam 17 ruas tersebut yakni ruas jalan Simpang Korpri-Purwotani akses tol Kotabaru, kemudian paket satu lagi akses menuju Kotabaru,” ungkapnya.
“Kemudian jalan yang di Lampung Tengah ruas Simpang Randu-Seputih Surabaya,” sambungnya.
Dia menyatakan jika pelaksanaan perbaikan 17 ruas jalan di Lampung itu mulai dikerjakan per akhir bulan Juli 2023 dan ditargetkan selesai pada Desember 2023 mendatang.
“Pelaksananaannya mulai dari tanggal 31 Juli ini dan sampai akhir Desember 2023. Sudah ada kegiatan di lapangan,” ujarnya. (*)












