Ket,Foto: Wabup Lamteng dr. Ardito Wijaya, bersama Bunda Literasi Lamteng Mardiana Musa Ahmad, didampingi Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Lamteng Marwin Bastari, S.Sos., Kepala Pusat Analisis Perpustakaan Pengembangan Budaya Perpustakaan Nasional RI, Nurhadi Saputra, S.Sos., M.Si., saat foto bersama dalam pembukaan Gebyar Literasi di Gedung Sesat Agung Nuwo Balak, Gunung Sugih, Lamteng.
INTAILAMPUNG.COM – Gebyar Literasi Gerakan Indonesia Membaca 2024, dengan tema “Membaca Itu Sehat, Menulis Itu Hebat”, dibuka secara langsung oleh Wakil Bupati Lamteng dr. H. Ardito Wijaya di Gedung Sesat Agung Nuwo Balak, Gunung Sugih, Lampung Tengah.
“Saya menyambut baik dan mengapresiasi atas diadakannya Gebyar Literasi Gerakan Indonesia membaca dengan slogan “membaca itu sehat, menulis itu hebat” di Kabupaten Lampung Tengah tahun 2024,” ucap Ardito saat menyampaikan, sambutan dalam acara pembukaan Gebyar Literasi, Kamis (27/06/2024).
Wabup Lamteng mengatakan, bahwa membaca adalah jendela dunia. Artinya membaca merupakan sumber ilmu dari pengetahuan. Kegemaran membaca perlu dipupuk di setiap keluarga sebagai upaya terkecil kita, untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan mulai dari orang terdekat kita.

“Dengan adanya gebyar literasi gerakan Indonesia membaca ini, dapat menjadi pemantik dalam mewujudkan mimpi besar kita dalam menumbuh kembangkan minat baca masyarakat Kabupaten Lamteng, sehingga generasi muda Lamteng dapat berperan besar dalam menyonsong generasi emas Indonesia Tahun 2045 nanti,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lampung Tengah Marwin Bastari, S.Sos., menjelaskan, bahwa Gebyar Literasi digelar bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan semangat literasi di Lampung Tengah, meningkatkan minat baca dan budaya menulis dalam keluarga dan sekolah, taman bacaan masyarakat berbasis inklusi sosial di FKWT Berjaya.
“Adapun beberapa jenis kegiatan Gebyar Literasi ini, dan keseluruhan peserta yang mengikuti kegiatan ini 875 peserta, terdiri dari Bunda Literasi Kecamatan dan Kampung/Kelurahan, penggiat Literasi, pengelola perpustakaan, guru SD dan SMP yang ada di Lampung Tengah,” jelasnya.

Di kesempatan yang sama, Bunda Literasi Lampung Tengah Mardiana Musa Ahmad mengatakan, bahwa dalam upaya meningkatkan kegiatan membaca, menulis dan taman bacaan masyarakat berbasis inklusi sosial di FKWT, tentunya perlu melengkapi sarana bacaan masyarakat agar kegiatan membaca dan menulis menjadi kegiatan dan kebutuhan sehari-hari.
“Dengan adanya kegiatan ini semoga kedepannya masyarakat Lampung Tengah bisa menjadikan membaca dan menulis sebagai kebiasaan sehari-hari,” terangnya.
Masih dalam kegiatan yang sama, Kepala Pusat Analisis Perpustakaan Pengembangan Budaya Perpustakaan Nasional RI Nurhadi Saputra, S.Sos., M.Si. menyampaikan, bahwa literasi menembus semua aspek kehidupan membentuk diri secara mendasar bagaimana cara belajar, bekerja, berkehidupan sosial serta mengembangkan keterampilan untuk berfikir kritis dan analitis.

“Secara statistik siswa yang mencapai kompetensi minimum literasi pada jenjang SD sederajat 61,53%, untuk jenjang SMP sederajat 59% dan SLTA sebanyak 49,26%,” ungkapnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Pusat Analisis Perpustakaan Pengembangan Budaya Perpustakaan Nasional RI, Nurhadi Saputra, S.Sos., M.Si., Perpustakaan Ahli Utama Provinsi Lampung Ratna Dewi, Para Staf Ahli Bupati, Bunda Literasi Kabupaten Lampung Tengah Hj. Mardiana Musa Ahmad, Forkopimda Lampung Tengah, Para Perangkat Daerah Lampung Tengah, Ketua DWP Lampung Tengah Ny. Armalia Kusuma Riyadi, Bunda Literasi Kecamatan Se-Kabupaten Lampung Tengah, Camat Se-Kabupaten Lampung Tengah, dan tamu undangan.
Masih dalam kegiatan Gebyar Literasi di malam harinya diadakan sarasehan yang diikuti seluruh Bunda Literasi Kecamatan dan Kampung Se-Kabupaten Lampung Tengah dan diakhir kegiatan tersebut langsung diumumkan juara-juara beberapa perlombaan. (red).











