INTAILAMPUNG.COM – Saat ini, nilai etika dan budaya diberbagai kalangan khususnya pada generasi muda, mulai mengalami pergeseran. Pergeseran itu, meliputi maraknya pergaulan bebas dan anacaman pornografi, kekerasan, dan kerusuhan yang berujung pada tindakan anarkis.
Dari keterangan Kepala SMK Negeri 1 Kalianda, Lamsel, Drs. Kalimo, M.M., melihat kondisi karakter para generasi muda terkhususnya para peserta didik di sekolah masa sekarang, sangat memprihatinkan baik secara emosional, tindakan, maupun prilaku sosial mereka.

“Untuk mengantisipasi itu semua, kami pihak sekolah khususnya di SMKN 1 Kalianda, menerapkan pendidikan karakter kepada siswa-siswi. Agar tidak kehilangan jati diri dan budaya timur yang kita anut,” tutur Kalimo, Rabu (21/5/2025).
Permasalahan di atas adalah sebagian kecil masalah yang disebabkan oleh menurunnya etika, moral dan budaya di masa sekarang. Dalam kecanggihan dan kemodernan hidup di masa ini, telah membentuk manusia yang serba berpikir praktis untuk mencapai tujuan.

Sehingga, banyak generasi muda yang mendahulukan emosi dalam menyelesaikan masalah dan melupakan apa dampak yang ditimbulkan. Kesenangan sesaat menjadi tolak ukur kebahagiaan dirinya, dan melupakan apa dampak yang akan ditimbulkan untuk orang lain.
“Anak-anak sekarang kebanyakan dari mereka melupakan nilai luhur yang telah ditanamkan kepada dirinya sejak kecil oleh orang tua dan leluhurnya, sehingga menimbulkan kesenangan sesaat, tanpa berpikir apa dampak atas semua itu, disinilah kita prihatin atas hal itu,” ungkap Kepala SMKN.1 Kalianda ini.
Oleh karena itu, lanjut Kalimo, pendidikan di sekolah memiliki peran yang penting. Beberapa ranah pendidikan yang dikenal pada saat ini adalah, pendidikan intelek, pendidikan ketrampilan, pendidikan sikap, dan pendidikan karakter (watak).

“Saat ini di SMKN 1 Kalianda khususnya, pendidikan karakter semakin digalakan. Hal itu menciptakan berbagai model/program penanaman karakter bagi peserta didik di lingkungan sekolah yang lebih religius,” ujar dia.
Untuk itu, kembiasaan Budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun) diterapkan di lingkungan SMKN 1 Kalianda, untuk menumbuhkan perilaku positif dan pendidikan karakter melalui berbagai kegiatan, seperti kegiatan di kelas, kegiatan ekstrakurikuler, atau kegiatan di lingkungan sekolah.

“Bisa dilihat sebelum para siswa masuk kelas mereka di wajibkan saling bersalaman, selain itu kami juga menerapkan kebersihan lingkungan sekolah agar ilmu yang di dapat bersih dari segala unsur negative,” pungkasnya.
Aryinya, sosialisasi dan Pembinaan dari pihak sekolah, sangat penting dalam menerapkan budaya karakter dan sikap yang baik tentang pentingnya saling bersalaman dan menghargai sesama, serta melakukan pembinaan agar siswa terbiasa dengan perilaku tersebut.
“Harapkan kami hal itu dapat membudayakan saling bersalaman sesama siswa, sehingga menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif, penuh kebersamaan, dan positif. Sehingga para siswa memiliki rasa tanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa ini,” harap Kalimo. (rki)












