INTAILAMPUNG.COM – Puluhan pedagang yang berada di seputaran Tugu canang, Gunung Sugih, Lampung Tengah menolak untuk di revitalisasi ke kios food cour, dampak dari angin puting beliung yang memporak porandakan lapak pedagang beberapa hari lalu.
Dari keterangan, Batin salah satu pedagang yang menolak untuk di revitalisasi ke kios food cour menyebut bahwa dia bersama puluhan pedagang yang lain merasa keberatan atas intruksi dari Disporapar Lamteng, agar mereka segera membongkar lapak warung mereka dan di minta pindah ke kios food cour yang berada tidak jauh dari lokasi saat ini.
“Bukannya kami mau menolak aturan pemerindah daerah, melalui Disporapar, namun beberapa waktu lalu kami pernah mencoba mendiami kios food cour namun sepi pengunjung, dan untuk mendiami kios itu kita juga di punggut uang sewa, artinya tolong pikirkan juga nasib kami para pedagang ini,” tutur Batin mengeluh, Jum’at (7/11/2025).

Uncu Wenda : Bupati Ardito Kaji Ulang Kebijakan, Duduk Bersama Dengan Pedagang Cari Solusi
Menanggapi hal itu, Ketua NGO JPK Koorda Lamteng, Nurwenda Ratu (Uncu Wenda) menyebut perlu di kaji ulang bila mengeluarkan kebijakan, serta memikirkan dampak bagi para pedagang, meski berpedoman dengan peraturan daerah, (Perda).
“Sudah berulang kali saya sampaikan kepada Bupati Ardito, agar sebelum mengeluarkan kebijakan perlu terlebih dahulu di pertimbangkan dampaknya bagi masyarakat,” ujar uncu.
Menurutnya, kalau memang para pedagang itu mau di revitalisasi, mengapa baru sekarang dilakukan, sementara para pedagang tidak mau di revitalisasi ke kios food cour beralasan sepinya pengunjung yang berdampak pada pemasukan bagi para pedagang yang menggatungkan kehidupan mereka dari hasil berjualan makanan yang kita tau berapa keuntungan mereka.
“Saran saya, coba pihak Pemkab lakukan pendekatan dan duduk bersama, agar saat kebijakan itu dikeluarkan tidak membebani masyarakat, berlaku adillah sebagai pemimpin Bupati, Ardito,” pungkas Uncu. (rki)











