Tim Safety Riding Honda Lampung Sambangi SMK Pelita

Bandar Lampung, INTAILAMPUNG.COM danndash; Safety riding Honda memang tengah gencar menggelar program safety riding di sekolah-sekolah di Lampung. Salah satu sekolah kembali di kunjungi oleh PT. Tunas Dwipa Matra selaku main dealer sepeda motor Honda di Lampung untuk memberikan edukasi keselamatan berkendara yang diselenggarakan di SMK Pelita, Sabtu 28 April 2018.

Kegiatan yang dikuti oleh sekitar 535 peserta yang berasal dari siswa-siswi SMK Pelita ini diramaikan dengan berbagai kegiatan diantaranya edukasi safety riding dari Polres Pesawaran, Kompetisi Ekskul dan juga games #Cari_Aman. Para siswa juga diberikan materi dasar mengenai demo melakukan pengecekan kendaraan, riding postur, pengenalan rambu-rambu, serta pentingnya menggunakan perlengkapan berkendara terutama helm bagi pengendara maupun pembonceng.

Dalam kegiatan ini tim safety riding memberikan tips berkendara yang baik dan benar di jalan raya secara aman diantaranya kita harus memperhatikan postur tubuh saat berkendara karena cepat lelahnya tubuh kita disebabkan oleh salahnya postur berkendara hingga menyebabkan lelah dan mengantuk, lebih dari 90% faktor penyebab kecelakaan disebabkan oleh faktor manusia dan yg sering terjadi karena mengantuk dan lelah.

Manager Promotion TDM Rusli Mantaring mengatakan Honda memang dikenal sebagai produsen Sepeda Motor yang tidak hanya menjual dan memproduksi sepeda motor, tetapi Honda juga peduli akan keselamatan dengan slogan danrdquo; No Sale Without Safetydanrdquo;.

danldquo;Dalam kegiatan ini memang difokuskan bagi siswa-siswi yang sudah berusia 17 tahun atau mendekati usia layak untuk memiliki SIM sebagai syarat izin mengemudi. Melalui kegiatan ini kami berharap, para peserta dapat menjadi pengendara yang mengutamakan keselamatan berkendara sehingga terciptanya tertib berlalu lintas”, jelasnya/

Para siswa juga dibekali pemahaman tentang keamanan standar komponen kelengkapan kendaraan, mulai dari helm, jaket, sarung tangan, celana panjang dan sepatu, serta kelengkapan kendaraan. Pasalnya, sering kali kendaraan yang digunakan oleh para siswa ini dimodifikasi tanpa mempertimbangkan seperti apa nantinya keamanan dan kelayakan kendaraan itu sendiri. Dalam kegiatan ini pula, para peserta melakukan atraksi tentang bahaya kecelakaan yang diperagakan lewat drama. (Intai/tdm).

  ABS Tekan 27 Persen Kecelakaan Motor

dannbsp;

Baca Juga

LAINNYA

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *