Hampir Menyeluruh Diserang Wereng, Petani Padi Seputih Raman Terancam Gagal Panen

INTAILAMPUNG.COM – Diperkirakan, tujuh puluh lima persen, petani padi di Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng), terancam gagal panen. Ini lantaran hampir diseluruh kampung di kecamatan itu, sawah-sawah milik petani terserang hama wereng cokelat.

Nyoman Sarke (32), salah satu petani di Kampung Rama Dewa III, Kecamatan Seputih Raman, mengaku lahan padinya sekitar 3/4 hektar diserang hama wereng cokelat.

“Aduh, tidak bisa panen ini, kena hama wereng semua,” ujarnya.

Senada, Kepala Dusun III Rama Dewa Ketut Sumanjaya menuturkan, di dusunnya sekitar 60 persen lebih lahan petani padi yang ada terkena hawa wereng.

“Data sementara ini sekitar 60 persen lahan petani di Rama Dewa III terkena hama wereng,” terangnya.

Menyikapi ini, Anggota DPRD Provinsi Lampung daerah pemilihan Lampung Tengah, I Made Suarjaya, mengatakan permasalahan hama wereng ini harus segera direspon.

Pemerintah daerah, kata dia, harus peka dengan apa yang terjadi di bawah, dan jangan hanya sibuk dengan kepentingan masing-masing atau golongan.

“Hari ini pemimpin itu tidak lagi dibutuhkan yang hanya pintar dibalik meja dan pandai senyum didepan kamera.Tetapi harus peduli, turun kebawah, kasian ini para petani,” ucapnya.

Politisi Partai Gerindra ini mengatakan, terjadinya hama wereng diakibatkan dari pola tanam petani padi yang sepanjang tahun 3 kali melakukan penanaman. Hal ini, akunya, telah diajukan ke Dinas Pertanian Provinsi untuk mengubah itu (pola tanam).

“Sebenarnya ini sudah pernah diusulkan ke Dinas Pertanian Provinsi. Dan setiap saya reses selalu saya tekankan agar sistem pola tanam petani ini diubah, kembalikan seperti dulu. Diselingi dengan menanam palawija saat musim tertentu,” ungkapnya.

Seharusnya, imbuh dia, idealnya pola tanam untuk petani padi di Lampung Tengah, dilakukan satu kali rendeng dan satu kali gadu.

  Tindak Lanjuti MoU Dengan UGM, Bupati Loekman Minta Rancang Grand Desain Dan Master Plan

“Jadi 2 tahun itu hanya 3 kali tanam padi. Ini untuk memutus rantai hama,” pungkasnya.

Sebelumnya, Bupati Lamteng Loekman Djoyosoemarto bersama Kepala Dinas Pertanian setempat Krisna Rajasa telah melakukan penyemprotan obat insektisida di lahan pertanian masyarakat di Kampung Rukti Endah, Kecamatan Seputih Raman, baru-baru ini.

“Ini langkah kita agar penyebaran hama tidak meluas,” kata bupati.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian Lamteng, Krisna Rajasa, akan mencoba menerapkan beberapa cara lainnya untuk mengatasi serangan hama wereng cokelat yang saat ini terjadi di Kecamatan Seputih Raman.

“Kita akan coba disetiap pematang sawah akan kita kembangkan dengan refujia, seperti tanaman bunga yang merupakan habitat dari pada musuh alami hama wereng. Kita akan lihat terlebih dahulu bagaimana pola tanamnya, karena pola tanam petani disini selama ini sangat bergantung dengan suplay air. Oleh karenanya, perlu adanya musyawarah dengan petani,” tandasnya. (soer)

Baca Juga

LAINNYA