Tidak Profesional, Jadi Dugaan Kuat Klinik Asa Medika Penyebab Kematian Maura

MESUJI, INTAILAMPUNG.COM – Dugaan Klinik Asa Medika jadi penyebab kematian “Maura” bayi pasangan Emalia-Candra yang dirujuk ke RS Penawar Medika setelah kritis semakin kuat dan mendasar.

Akibat ketidak profesionalan dokter jaga, perawat dan bidan di Klinik Asa Medika, mengakibatkan Emalia-Candra warga Desa Simpang Pematang, Kecamatan Simpang Pematang Rk 02, Mesuji, harus kehilangan sang buah hati, yang lahir pada 17 Agustus 2019 lalu. Sebab, dokter jaga tidak menjalankan tugas sebagaimana mestinya.

Fakta-fakta baru mengejutkan terbongkar, setelah media intailampung.com terus menggali informasi ini. Mulai dari dokter jaga yang tidak ada ditempat saat bayi lahir. Surat keterangan bayi kurang sehat yang di sembuyikan. Suci Istri Dokter Eko, sebut pemilik klinik, sementara Dokter Eko sebagai penanggung jawab.

Dari keterangan Dokter Winda pihaknya mengaku saat persalinan dirinya tidak ada di tempat. Dan datang setalah bayi sudah lahir.

Saat ditanya, buk dokter kemarin datang pas sudah lahiran kan. Dan apa saja yang ibu lakukan terhadap si bayi? Jawab : “Memang sih saya datang setelah udah lahiran,” kata dr. Winda,

“Tapi saya melakukan pengecekan dan melakukan penghangatan terhadap si bayi karena si bayi badannya dingin sekali dan menangis cuma merintih,” imbuhnya menjawab pertanyaan.

Dokter Winda mengatakan, bahwa pada saat di Klinik Asa Medika pihaknya sudah memberitahukan kepada Perawat Warsita dan Bidan Susi bahwa kondisi bayi kurang sehat.

“Pada saat itu pun, saya bilang juga ada saya, pesen, sama perawat Warsita dan Bidan Susi, bahwa di situ ada tulisan kalau si bayi ini kurang sehat dan menangisnya kurang merintih,” kata dr.Winda.

Meski tahu kondisi bayi kurang sehat, setelah melakukan pengeckan dan penghangatan, Dokter Winda sebagai dokter jaga, tidak melakukan tindakan intensif. Dan malah bergegas pulang.

  Bupati Dendi Apresiasi Baksos PWI Pesawaran di HKN Ke-54

Demikian saat ditanya, kenapa ibu langsung pulang pas waktu itu?  sedangkan kondisi si bayi ini tidak sehat? Jawab “Saya gak bisa terus jaga 1×24 jam pak,” kata dr. Winda.

Lo kok gitu ! Ibuk di situ cuma setengah jam buk, dan itu pun masih sore ?, setelah ditanya dengan pertanyaan seperti itu, Dr. Winda terdiam dan tidak bisa memberikan jawaban.

Dilain kesempatan yang sama, Media intailampung.com, kembali mencoba mencari keterangan ke Bidan Susi di Klinik Asa Medika, untuk menanyakan surat ketarangan tidak sehat bayi Maura pasangan Emalia-Candra.

Sesampainya di lokasi, saat bertemu dengan Bidan Susi wartawan media intailampung.com, mencoba menanyakan surat keterangan tidak sehat dari dokter Winda. Namun, seolah surat yang di sampaikan dr. Winda ke bidan Susi tidak bisa di perlihatkan tanpa Se-izin dr. Winda.

Buk bidan saya mau lihat tulisan dr.Winda yang menyatakan bahwa kondisi bayi tidak sehat dan menangisnya kurang merintih, kalau kata dr. Winda ada, ia positif ada dong, tanya Wartawan Media Intailampung.com.

Jawab : “Tapi saya gak bisa ngeliatin tulisan tersebut, tanpa Se-izin dr. Winda,” kata Bidan Susi, menutupi persoalan.

Masih di lokasi yang sama, Suci Istri Dokter Eko, merasa geram atas pemberitaan yang dilakukan media intailampung.com, ia menyebut bahwa pemberitaan mengenai pemilik Kelitik Asa Medika yang diberitakan tidak benar.

“Berita yang bapak tulis itu salah tentang yang punya klinik,” kata Suci.

Terus siapa yang punya? Jawab : “Saya” Saya yang punya klinik ini, bukan pak Eko. kata suci.

Saat ditanya suami ibu Suci siapa, Jawab : “Dokter Eko,” kata Suci.

Sama saja dong buk pemiliknya tetap suami istri ? Jawab : Iya bedah dong kalau  saya yang punya klinik ini  kalau pak Eko sebagai penanggungjawab,” kata si buk Suci istri dokter Eko, menutupi persoalan. (khadaffi).

Baca Juga

LAINNYA