Pemkab Lamteng Terima Penghargaan Tingkat Nasional Dibidang Pendidikan

INTAILAMPUNG.COM – Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Kali ini, penghargaan bergengsi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia diberikan atas keberhasilan daerah dalam menyukseskan Program Revitalisasi Bahasa Daerah Tahun 2025.

Piagam penghargaan tersebut diserahkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah kepada Plt. Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri, pada Senin (25/5/2026), di Gedung Garuda Pusat Pelatihan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemendikdasmen, Kota Depok.

Di balik penghargaan tersebut, tidak lepas dari kerja keras sosok Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Tengah, Dr. Nur Rohman, yang dinilai sukses mengawal pembangunan pendidikan sekaligus menjaga nilai kebudayaan daerah tetap hidup dan berkembang.

Di lingkungan birokrasi Lampung Tengah, Dr. Nur Rohman, S.E., M.Sos.l dikenal sebagai figur pekerja, tenang, dan konsisten. Kepemimpinannya tidak hanya fokus pada penguatan mutu pendidikan, tetapi juga mendorong kebijakan yang berpijak pada identitas budaya lokal.

Salah satu yang kini mendapat pengakuan nasional adalah keberhasilan pelaksanaan revitalisasi bahasa daerah diKabupaten Lampung Tengah.

Prestasi ini semakin menegaskan posisi Dr. Nur Rohman sebagai salah satu pejabat daerah dengan kapasitas kepemimpinan yang kuat.

Ia juga dikenal sebagai satu-satunya Kepala Dinas di Lampung Tengah yang mendapat kesempatan mengikuti pendidikan di Lemhannas RI, sebuah lembaga kaderisasi kepemimpinan nasional yang dikenal sangat selektif dan hanya diikuti figur-figur pilihan dengan kapasitas strategis.

Bagi Dr. Nur Rohman, penghargaan dari kementerian bukan sekadar capaian administratif, tetapi amanah untuk terus memperkuat pembangunan pendidikan yang berpijak pada akar budaya.

“Penghargaan ini kami maknai sebagai bentuk apresiasi atas kerja bersama. Pendidikan tidak hanya bicara ruang kelas, kurikulum, atau angka-angka akademik, tetapi juga bicara karakter, identitas, dan kebudayaan. Bahasa daerah adalah warisan yang harus kita jaga bersama,” pungkas Nur Rohman. (rki)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *