INTAILAMPUNG.COM – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Tengah Dr. Nur Rohman, S.E., M.Sos.I., menerima sertifikat kelulusan Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Angkatan 69 di Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI).
Penyerahan sertifikat lulus pendidikan di Lemhannas ini, diserahkan langsung oleh Gubernur Lemhannas RI, Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si., sebagai tanda bukti bahwa peserta telah lulus pendidikan di Lemhannas RI.
Dari perwakilan Provinsi Lampung, Kepala Dinas Pendidikan Lamteng Dr. Nur Rohman, S.E., M.Sos.I., menjadi satu satunya peserta yang lolos dan mampu menempuh P4N Lemhannas RI. Hal ini menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi Pemerintah Provinsi Lampung, khususnya Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Tengah.
Nur Rohman menyampaikan, ucapan terima kasih dan apresiasi setinggi tingginya kepada seluruh jajaran pimpinan Lemhanas RI yang telah membimbing para peserta P4N angkatan 69 selama mengikuti kegiatan.
“Dengan pemberian sertifikat kelulusan yang diserahkan langsung oleh Gubernur Lemhannas RI, bapak Ace Hasan Syadzily ini, menjadi sebuah kebanggaan tersendiri. Menjadi satu satunya dari Pemerintah Daerah adalah ASN dari Lampung Tengah. Terimakasih sudah memberikan kesempatan saya untuk bisa membawa nama baik Lampung Tengah,” ucapnya, Kamis, (9/7/2026).
Tentunya, ilmu yang sudah diterima saat mengikuti P4N di Lemhannas RI akan kita terapkan di daerah. Sudah menjadi tanggung jawab dan pengabdian sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) mengapdi untuk pemerintah, memajukan darah sendiri khususnya Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Tengah.
Sebagai informasi, bahwa dari laman resmi Lemhannas RI, Peserta P4N angkatan 69 dengan jumlah 110 peserta dinyatakan lulus dan kegiatan penempaan pendidikan di Lemhannas RI resmi ditutup pada 7 Juli 2026, kemarin.
Gubernur Lemhannas RI Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si. menegaskan, bahwa selama menjalani pendidikan, seluruh alumni P4N 69 telah ditempa menjadi bagian dari solusi bangsa.
“Saya meyakini, melalui Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional ini, saudara-saudara telah ditempa untuk menjadi bagian dari solusi bangsa, menjadi perekat persatuan, menjadi agen perubahan, dan menjadi pemimpin yang mampu mengantarkan indonesia menuju visi besar Indonesia Emas 2045,” kata Ace saat memberikan sambutan Penutupan P4N 69 di Ruang Dwi Warna Purwa, Lemhannas RI, pada Selasa (7/7).
Ace menilai, di tengah rivalitas kekuatan besar di kawasan Indo-Pasifik yang terus meningkat dan berpotensi memengaruhi stabilitas kawasan termasuk Indonesia, bangsa ini memerlukan kehadiran pemimpin nasional yang memiliki kapasitas strategis, mampu berpikir jauh ke depan, membaca perubahan global, serta teguh menjaga kepentingan nasional.
Pemimpin nasional yang dibutuhkan tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga perlu memiliki integritas, kepekaan sosial, ketangguhan moral, serta komitmen kuat terhadap Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Karena itu, Lemhannas memegang peran penting dalam membentuk karakter para pemimpin bangsa.
”Di sinilah peran penting Lemhannas RI membentuk pemimpin yang berkarakter, berintegritas, berwawasan kebangsaan, serta memiliki ketajaman analisis strategis. Pendidikan ini menanamkan empat konsensus dasar bangsa, Pancasila, Undang Undang Dasar 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, sebagai landasan yang tidak tergoyahkan dalam setiap pengambilan keputusan,” jelas Ace.
Pada kesempatan tersebut, Ace turut menyampaikan apresiasi kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang telah memberikan pembekalan dan penguatan wawasan kepada peserta P4N 69, mencakup materi integritas, pencegahan korupsi, pengendalian gratifikasi, pengelolaan konflik kepentingan, hingga pembangunan budaya antikorupsi.
Di akhir sambutannya, Ace menyampaikan ucapan selamat atas keberhasilan seluruh peserta menyelesaikan rangkaian pendidikan di Lemhannas RI.
”Saya juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya, serta ucapan selamat kepada seluruh peserta Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional Angkatan 69. Para peserta telah menunjukkan kerja keras, disiplin, dedikasi, serta semangat belajar yang tinggi, meskipun harus melalui rangkaian kegiatan yang padat dan penuh tantangan. Semangat inilah yang mencerminkan kesiapan saudara-saudara untuk menjadi pemimpin yang tangguh, berintegritas, dan visioner,” kata Ace.
Pada kesempatan yang sama, Deputi Pendidikan Pimpinan Tingkat Nasional Lemhannas RI Marsda TNI Ir. Bob Henry Panggabean, M.I.P. melaporkan bahwa keseluruhan program P4N 69 telah berjalan dengan baik dan lancar.
Berdasarkan hasil sidang pada Senin, 6 Juli 2026, dewan penilai yang dipimpin Gubernur Lemhannas RI memutuskan dan menetapkan bahwa sebanyak 110 peserta P4N 69 dinyatakan lulus, yang terdiri dari TNI AD 25 orang, TNI AL 13 orang, TNI AU 10 orang, Polri 28 orang, kementerian 8 orang, lembaga negara 6 orang, lembaga pemerintah nonkementerian 8 orang, pemerintah daerah 1 orang, non pemerintah 5 orang, negara sahabat, yaitu Australia 1 orang, India 1 orang, Kamboja 1 orang, Malaysia 1 orang, Singapura 1 orang, dan Timor Leste 1 orang.
Selain itu, dewan penilai juga memberikan dua penghargaan, yaitu Penghargaan Predikat Akademik Terbaik dan Predikat Kertas Kerja Perseorangan (Taskap) Terbaik.
Predikat Akademik Terbaik diraih oleh Atiatul Huda, S.H. dari Kementerian. Kemudian Predikat Taskap Terbaik diraih oleh Kombes Pol Sonny Marisi Nugroho Tampubolon, S.I.K. dari Polri. (red)












