Cinta Segitiga Berujung Maut, Pelaku Ditangkap Setelah Buron Delapan Tahun

Lampung Tengah, INTAILAMPUNG.COM – Tewasnya Briptu Fauzi Yurizal Banit Reskrim Seputih Surabaya di tangan Arwan Liansyah dan Zeldi Wahyulhaq (kakak beradik) dilatarbelakangi asmara cinta segitiga.

Kapolres Lampung Tengah AKBP I MADE RASMA Jamy Karang, S.IK., M.Si., mengatakan, bahwa tertangkapnya pelaku pembunuhan terhadap korban Fauzi (anggota) berkat dari hasil kerja team reskrim Polres Lamteng dalam memburu pelaku.

“Team dibawah pimpinan Kasat reskerim kita telah melakukan penyelidikan dengan mengungkap jejak digital, kemudian dilakukan penelusuran ke kampung pelaku. Dimana pelaku tinggal di masa kecilnya, di Kampung Wira Laga Mesuji, kemudian melakukan penelusuran ke sekolah-sekolah dimana pelaku pernah bersekolah di SD, SMP, SMA bahkan hingga di universitas yang ada di Bandarlampung,” ucap Kapolres di dampingi Kabag Ops Akp Juli Sundara, A.Md dan Kasat Reskrim Akp AKP Yuda Wiranegara SH., saat gelar ekspos, Senin (23/09/2019).

Lanjut kata Kapolres, dari hasil penelusuran team, ditemukan bukti petunjuk. Dari bukti petunjuk tersebut, kemudian di kuatkan dengan jejak digital yang di peroleh dari media sosial. Dimana ada keterkaitan dengan yang bersangkutan (tersangka). Akhirnya, team kemudian bergerak ke Cilacap dan berhasil melakukan penangkapan terhadap kedua pelaku.

“Jadi setelah buron selama 8 tahun kedua pelaku berhasil kita tagkap di Cilacap,” terang Kapolres.

Kapolres menuturkan, bahwa sulitnya menagkap kedua pelaku disebabkan karena keduanya selalu berpindah-pindah tempat, dan merubah identitasnya. Arwan Liansyah berganti nama Slamet Riyadi sementara Zeldi Wahyulhaq berganti nama menjadi Sugeng Laksono.

Kapolres menjelaskan, pengroyokan dan pembunuhan terhadap Fauzi, dilakukan kedua pelaku pada (19/07/2011) lalu, dengan menggunakan senjata api milik korban yang direbut. Pelaku merebut senjata milik korban dan melakukan penembakan sebanyak 3 x (satu tembakan tanpa amunisi dua tembakan ke arah tanah dan ketiga mengenai perut korban) TKP terjadi di taman Tugu Kopiah Emas Gunung Sugih Lampung Tengah, sekira pukul 15.30 WIB.

  Loekman Hibahkan Randis Yang Pernah di Pakai Mustafa ke Polres Lamteng

Setalah kedua pelaku melakukan pengroyokan dan pembunuhan, kedua pelaku kemudian melarikan diri menggunakan sepeda motor ke arah Metro, barang bukti handphone (hp) beserta senpi milik anggota di sembunyikan di bawah pohon bambu di kuburan, tepatnya di 22 Hadimulyo, Kota Metro.

Setelah menyembunyikan alat bukti, kedua pelaku melarikan diri ke arah Way Halim, Bandarampung, ke tempat saudaranya. Setelah sembunyi beberapa hari, pelaku melarikan diri ke Balaraja, Cikupak Tenggarang, menggunakan sepeda motor kemudian sepeda motornya di jual di Bakauheni.

Setelah menjual sepeda motor, kedua pelaku melarikan diri dengan menaiki bus menuju Balaraja, di Balaraja pelaku bersembunyi dengan menyewa rumah kos, selama kurang lebih lima hari.

Kemudian pelaku kembali berpindah tempat, untuk menghilangkan jejak melarikan diri ke Bayu Mas Jawa Tengah. Ternyata mereka masih ada saudara dari si pelaku, disana mereka menetap kurang lebih selama dua Minggu, pelaku kemudian pergi ke Cilacap Jawa Tengah. Di Cilacap kedua pelaku mencari pekerjaan serabutan, kemudian menjadi tukang kebun. Karena kedua pelaku berperilaku baik, sama pemilik kebun di jodohkan lalu kemudian menikah.

Menetap di Cilacap kedua tersangka merubah identitas mereka. Menghapus jejak-jejak digitalnya yang ada di media sosial. Sehingga petugas kami pada waktu itu mengalami kesulitan dalam melakukan pengungkapan terhadap pelaku. Termasuk adik yang bersangkutan juga melakukan perubahan identitas. Sehingga berhasil menghindari kejaran petugas, dari (2011-2019) sampai dengan saat ini.

“Jadi kurang lebih delapan tahun pelaku bisa menghindari kejaran petugas. Kedua pelaku kita jerat dengan pasal 170 KUHP dan atau 338 KUHPidana dengan ancaman 12 sampai 15 tahun penjara,” tegasnya.

“Kami ucapkan terimakasih kepada jajaran Polres Cilacap, khususnya kepada jajaran satreskrimnya yang sudah membantu team kami yang dipimpin kasat reskrim dalam upaya pengungkapan dan penangkapan terhadap kedua pelaku,” tuntasnya.

  Pasar Murah Digelar di Lampung Timur

Sementara dari keterangan tersangka Arwan Liansyah atau (Slamet Riyadi) mengatakan, bahwa awalnya dirinya tidak ada niatan untuk menghabisi nyawa Fauzi (anggota polisi).
Arwan mengaku, awalnya hanya meminta sang pacar untuk mengembalikan uangnya yang di pincam sang pacar sebesar 35 juta beserta sepeda motor.
Namun sang pacar yang mengaku sudah memiliki pacar baru yakni anggota Polisi (Fauzi) tidak mau mengembalikan uang yang di pinjam. Hingga terjadi lah cekcok, antara Fauzi, Arwan dan Zeldi ditaman Tugu Kopiah Emas Gunung Sugih Lampung Tengah.

Dari cekcok mulut, kemudian Arwan dan Zeldi melakukan pengroyokan dan menembak Fauzi dengan senjata api miliknya sendiri yang berhas direbut. (intai).