Duh, Harga BBM Untuk Industri Lebih Murah, Ini Kata Pertamina

Bandar Lampung, Intailampung.com-Anjloknya harga minyak dunia di saat wabah virus Corona (COVID-19). Berdampak juga pada harga minyak mentah dunia yang anjlok,  harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang turun pasti ditunggu masyarakat. Namun harga BBM untuk industri kini lebih murah dibanding harga eceran BBM untuk rakyat.

Beredar informasi bahwa pihak Pertamina memberikan pelayanan istimewa kepada selaku industri di empat wilayah Indonesia terkait penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) terhitung per 1 Mei sd 15 mei 2020.

Pembelian BBM lebih murah bagi pelaku industri dibandingkan masyarakat umum yang berada di empat wilayah Indonesia yakni :

Wilayah 1 berlaku untuk titik suplai yang berada di Sumatera, Jawa, Madura, dan Bali.
Wilayah 2 berlaku untuk titik suplai yang berada di Kalimantan.
Wilayah 3 berlaku untuk titik suplai yang berada di Sulawesi dan Propinsi NTB.
Wilayah 4 berlaku untuk titik suplai yang berada di Papua, Maluku, dan Propinsi NTT. Demikian pesan yang diterima dari sumber di Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Lampung, Jumat (1/5/2020).

Menurutnya, melalui rilis Pertamina di wilayah 1, bahan bakar Pertamax Turbo dihargai sebesar Rp. 8.400.000 per 1 KL atau Rp. 8.400 pel Liter ,Pertamax Rp. 7.700.000 per 1 KL atau Rp. 7.700 per liter, Pertalite Rp. 6.650.000 per 1 KL atau Rp. 6.650 per liter dan Premium Rp. 5.650.000 per 1 KL atau Rp. 5.650 per liter.

Menanggapi hal itu, Senior Sales Eksekutif wilayah IV Pertamina Lampung Edwin Shabry belum mengetahui perihal tersebut, atau rilis langsung dari pusat.

“Belum tahu saya mas. Mas sendiri dapat informasi dari mana?,” kata dia dengan bertanya singkat.

Hal senada diungkapkan, PT. Pertamina Marketing Operation (MOR) II Sumbagsel, Bram yang juga belum mengetahui informasi tersebut.

  Angga Sosper di Balai Desa Kota Jawa

“Untuk info harga resmi bisa cek pertamina.com mas, ” kata dia

Terkait data itu hanya di peruntukan untuk usaha industri? Ia juga menjelaskan setahunya industri tidak mungkin menggunakan premium dan biosolar subsidi karena dilarang. (BBM)