Bandar Lampung, Intailampung.com- Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengikuti acara penyerahan sertifikat tanah untuk Rakyat se-Indonesia oleh Presiden RI Joko Widodo. Penyerahan sertifikat tanah ini dilakukan secara virtual, Selasa (5/1/2021).
Berdasarkan pantauan, terlihat saat pelaksanaan virtual, Presiden Jokowi yang didampingi Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan A. Djalil, menyerahkan sebanyak 584.407 sertifikat tanah di 26 Provinsi dan 273 Kabupaten kota.
“Penyerahan sertifikat tanah ini adalah komitmen Pemerintah untuk terus mempercepat pensertifikatan tanah di seluruh Indonesia,” jelas Presiden Jokowi.
Sementara, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lampung, Yuniar Hikmat Ginanjar, mengatakan bahwa hari ini diserahkan secara simbolis kepada 40 orang yang terbagi di kabupaten kota yang belum menyelesaikan secara 100 persen sertifikat tanah
“Hari ini masih ada tujuh kabupaten kota lagi yang sudah diselesaikan sertifikat tanahnya. Tujuh kabupaten kota tersebut yakni kota Bandar Lampung, kabupaten Lampung Selatan, Lampung Utara, Lampung Tengah, Lampung Barat, Way Kanan dan Tanggamus,” jelas Ginanjar di salah satu hotel di Bandar Lampung
Ginanjar menegaskan, BPN akan menargetkan sebanyak 200 ribu bidang tanah bersertifikat pada 2021 ini. Namun rencana ini belum dapat dipastikan bisa mencapai target, dikarenakan masih dalam kondisi pandemi Covid-19. “Tentu ada kendala, anggaran juga banyak di recofusing untuk penanganan Covid-19,” ujarnya
Sebelumnya, pada tahun 2020, Ginanjar menjelaskan, bahwa BPN provinsi Lampung menargetkan 200 ribu tanah bersertifikat. Namun hanya tercapai 170 ribu bidang tanah sertifikat akibat kendalana Covid-19.
Jadi dengan pencapaian ini, saya mengucapkan kepada kepala daerah dan wakil kepala daerah telah mendukung atas program ini. Saya melihat bahwa kesadaran masyarakat yang ingin mempunyai tanah yang bersertifikat sangat besar.
“Jadi semoga masyarakat di Lampung agar tanahnya tidak bermasalah dan tidak terindikasi dengan aset-aset pemerintah. Nanti agar dibantu persertifikatannya agar kedepannya akan kita sertifikat kan semua,” pungkasnya. (Bong)












