INTAILAMPUNG.COM – Supriadi (47) Seorang pengendara sepeda motor terjatuh di Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Panjang, Bandar Lampung, akibat ceceran tanah yang membuat kondisi jalan licin. Minggu (12/03/2023) malam.
Beruntung Supriadi hanya mengalami luka lecet ringan dan tak harus dilarikan kerumah sakit, namun tak urung akibat tergelincir kaki kirinya terkilir.
Melihat Supriadi terjatuh, pengendara yang kebetulan melintas juga berinisiatif memberikan pertolongan.
“Memang licin mas, kebetulan abis hujan, pas saya ngerem ngindarin lobang tiba-tiba ban depan hilang keseimbangan,” kata Supriadi dilokasi.
Pantauan intailampung.com di lokasi, Senin, 13 Maret 2023, ceceran tanah menutup ruas jalan mulai dari jembatan Way Lunik menuju Pelabuhan Panjang.
Ceceran tanah saat cuaca cerah mengakibatkan debu beterbangan yang menutupi jarak pandang. Namun saat hujan, tanah itu membuat jalan licin dan membahayakan pengendara.
Ceceran tanah tersebut hingga saat ini belum dibersihkan. Ceceran tanah terparah tampak dimulai dari lokasi keluar-masuk CV Bumi Waras hingga PT Semen Baturaja.
Jalan Yos Sudarso sendiri merupakan jalan nasional. Jalan itu banyak dilalui truk-truk besar karena salah satu akses menuju pelabuhan.
Sejumlah pengendara mengakui bahwa di Jalan Yos Sudarso pengendara kerap terjatuh akibat kondisi jalan yang dipenuhi ceceran tanah.
“Penyebabnya kalau siang truk bawa angkutan batubara yang jatuh di aspal dan truk yang parkir di pinggir jalan pas jalan rodanya bawa tanah ngotorin aspal. Mengakibatkan jadi licin, jalan juga nggak seimbang jadi beda tingginya bikin kepleset. Karena jalannya juga banyak yang rusak,” kata Edi, salah seorang pengendara.
Warga berharap kondisi jalan Yos Sudarso segera mendapat perhatian pemerintah. Jalan dibersihkan dan juga diperbaiki.
“Minta diperhatikan lah, jalan kalau bisa dibersihkan dari tanah yang ada dan dibagusin. Sebenarnya belum lama ini dibagusin jalannya tapi gak lama rusak lagi, apalagi pas depan perusahaan karena sering keluar masuk truk angkutan,” tuturnya.(*)
Laporan/Editor: Ibrahim Hayat











