INTAILAMPUNG.COM – Forum Kerukunan Umat Beragama, (FKUB) Kabupaten Lampung Tengah, menggelar kegiatan Dialog interaktif moderasi beragama dengan Tema, “Memperkuat Kerukunan, Mencegah dan Menangani Konflik Antar Umat Beragama” yang dibuka oleh Bupati Ardito Wijaya.
Ketua FKUB Lamteng, H. Muthowali menjelaskan, bahwa kegiatan itu dalam rangka menjaga keharmonisan dan kedamaian di tengah keberagaman agama di Indonesia dan khususnya di Kabupaten Lamteng. Dengan mempraktikkan moderasi beragama, masyarakat dapat hidup berdampingan secara rukun, saling menghargai, dan bekerja sama untuk membangun bangsa yang lebih baik.
“Dialog interaktif moderasi beragama ini adalah forum diskusi yang bertujuan untuk mempererat pemahaman dan praktik moderasi beragama di tengah masyarakat. Artinya dengan jumlah penduduk di Kabupaten Lamteng, diperkirakan mencapai 1.541.430 jiwa, dengan suku dan agama yang berbeda-beda, tentunya konflik soal agama sangat rentan terjadi, meski hal itu jarang terjadi, tetapi dalam dialog ini kita mencoba untuk meminimalisir hal itu,” ujarnya, Rabu (6/8/2025).

Kemudian Ketua FKUB sekaligus Ketua MUI Lamteng ini menyampaikan, dalam dialog yang digelar melibatkan berbagai pihak, Pemkab Lamteng, Kemenag, Kesbangpol, tokoh agama, akademisi, pihak terkait, dan tokoh masyarakat untuk bertukar pikiran, pandangan, serta pengalaman terkait moderasi beragama yang ada di Kabupaten Lamteng.
“Tujuannya untuk memperdalam pemahaman tentang konsep moderasi beragama, termasuk toleransi, saling menghormati, dan persatuan dalam perbedaan. Serta membangun jembatan komunikasi dan kerja sama antarumat beragama untuk memperkuat tali persaudaraan,” ungkap H.Muthowali.
Selain itu, ia menyampaikan, dialog yang digelar FKUB melalui pihaknya merupakan salah satu upaya Pemkab Lamteng, dalam mencegah potensi konflik dan gesekan antarumat beragama. Melalui dialog yang konstruktif dan saling pengertian, akan terbangun kesadaran dari kita dan ditengah masyarakat.
Kemudian untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya moderasi beragama dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara, dengan cara mempromosikan sikap toleransi dan saling menghargai perbedaan keyakinan dan praktik keagamaan.
“Tentunya topik yang dibahas dalam dialog, dan diskusi tadi adalah yang menyangkut isu-isu terkait moderasi beragama ditengah masyarakat saat ini. Sekaligus memberikan pemahaman lebih mendalam, karena moderasi beragama merupakan kunci penting dalam menjaga keharmonisan dan kedamaian di tengah masyarakat,” pungkasnya. (rki)












