
Pemerintah Provinsi Lampung kembali melanjutkan pembangunan infrastruktur jalan pada 2026 dengan fokus di Kabupaten Lampung Timur. Program ini diarahkan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
Tahap awal pekerjaan dimulai di ruas Jabung–SP Labuhan Maringgai yang ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) pada Jumat (10/4/2026).
Untuk proyek tersebut, Pemprov Lampung mengalokasikan anggaran sebesar Rp38,57 miliar dengan panjang penanganan mencapai 6,282 kilometer. Pengerjaan dilakukan menggunakan kombinasi metode rigid pavement (beton) dan flexible pavement (aspal) guna menyesuaikan kondisi lapangan.
Saat ini, tingkat kemantapan jalan provinsi pada ruas tersebut berada di angka 87,37 persen. Melalui pembangunan ini, pemerintah menargetkan peningkatan signifikan hingga mencapai 97,82 persen.Secara keseluruhan, pada 2026 Pemprov Lampung menganggarkan Rp49,55 miliar untuk perbaikan jalan provinsi di Lampung Timur yang terbagi dalam empat paket pekerjaan.
Upaya peningkatan infrastruktur ini merupakan kelanjutan dari program tahun sebelumnya. Pada 2025, Pemprov Lampung telah menggelontorkan anggaran Rp10,8 miliar untuk pembangunan ruas Jabung–SP Labuhan Maringgai. Selain itu, terdapat lima kegiatan penanganan jalan yang telah dilaksanakan pada tahun yang sama, termasuk di ruas tersebut.
Pemerintah provinsi menegaskan bahwa pembangunan jalan tidak hanya berhenti pada tahap konstruksi, tetapi harus diiringi dengan pemeliharaan berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.Kerusakan jalan, menurut pemerintah, umumnya dipicu oleh tiga faktor utama, yaitu buruknya sistem drainase, beban kendaraan yang melebihi kapasitas (overload), serta kualitas konstruksi yang tidak memenuhi standar. Oleh karena itu, semua pihak diharapkan berperan aktif dalam menjaga kualitas pembangunan, memperhatikan fungsi drainase, serta meningkatkan kesadaran terhadap dampak kendaraan bermuatan berlebih.
Para pelaksana proyek juga diminta memastikan mutu konstruksi tetap terjaga. Seluruh material yang digunakan, seperti semen dan batu, wajib melalui pengujian laboratorium agar sesuai dengan standar teknis yang ditetapkan.
Selain pembangunan, pemeliharaan rutin seperti pembersihan saluran air dan sistem drainase juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan fungsi jalan.
Pemerintah berharap pembangunan infrastruktur ini tidak hanya meningkatkan kualitas jalan, tetapi juga memperlancar mobilitas masyarakat, memperkuat aktivitas ekonomi, serta membuka akses yang lebih luas terhadap layanan pendidikan dan kehidupan sosial.
Kegiatan groundbreaking tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Provinsi Lampung Ahmad Giri Akbar, Kepala Dinas BMBK M Taufiqullah, serta sejumlah anggota DPRD Lampung dari daerah pemilihan Lampung Timur.(red)









