INTAILAMPUNG.COM – Lapangan Kampung Astomulyo, Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah, berubah menjadi lautan jamaah dengan gema shalawat pada Sabtu (26/9/2026) malam.
Dimana, ribuan masyarakat dari berbagai daerah di Provinsi Lampung ini memadati lokasi untuk mengikuti Harlah Nawarsa ke-9 Majelis Bahrusy Syafaat Lampung (BSL). Kegiatan tersebut diisi dengan pengajian, shalawat bersama, tausiah serta hiburan yang berlangsung meriah hingga malam.
Harlah ke-9 BSL tersebut dipimpin KH. Rodhi Ahsan AD atau Gus Rodhi, pimpinan Majelis Shalawat Bahrusy Syafaat Lampung sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Queen Sabilul Falah.
Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela. Hadir pula anggota DPRD Lampung Tengah dari Fraksi PKB Cecep Jamani, jajaran pemerintah daerah, unsur TNI-Polri, tokoh masyarakat serta jamaah BSL dari berbagai wilayah.

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal juga hadir dalam kapasitasnya sebagai pembina Bahrusy Syafaat.
Di hadapan ribuan jamaah, Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan apresiasi atas perjalanan Majelis Bahrusy Syafaat yang telah memasuki usia sembilan tahun.
Menurutnya, selama sembilan tahun perjalanan BSL, kegiatan majelis telah menjangkau masyarakat dari berbagai desa dan kecamatan di Provinsi Lampung melalui kegiatan shalawat dan silaturahmi.
“Selama sembilan tahun ini saya sangat bersyukur Gus Rodhi dan rekan-rekan selalu istiqomah di dalam suka dan duka, di dalam perjuangan mengajak masyarakat Provinsi Lampung ikut cinta dengan bershalawat,” ujar Rahmat dalam sambutannya.
Ia menilai perjalanan tersebut bukan hanya berkaitan dengan kegiatan rutin majelis, tetapi secara perlahan telah ikut membangun budaya bershalawat dan mempererat silaturahmi masyarakat. “Secara tidak disadari, hari ini kita sama-sama membentuk budaya,” katanya.
Rahmat juga mendoakan agar perjuangan Gus Rodhi bersama keluarga dan seluruh pengurus Majelis Bahrusy Syafaat menjadi amal jariyah.
Ia kemudian mengaitkan peran majelis dengan pembangunan sumber daya manusia, khususnya pembinaan generasi muda di Provinsi Lampung.
Menurutnya, generasi muda tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademis, tetapi juga perlu dibekali iman dan takwa.
“Anak-anak muda kita perkuat, kita bina agar menjadi generasi yang baik ke depan. Hari ini saya berharap generasi muda ke depan ini bukan hanya pintar secara akademis, tapi juga dibekali iman dan takwa,” ujar Rahmat.
Ia berharap Gus Rodhi dan Majelis Bahrusy Syafaat turut berperan dalam membina generasi muda sekaligus mengembangkan kegiatan sosial di tengah masyarakat.
“Perjuangan Gus Rodhi ini menjadi bagian yang luar biasa dalam membina, membentuk generasi muda Provinsi Lampung untuk mewujudkan Lampung Maju Indonesia Emas,” ujarnya.
Rahmat juga menyampaikan apresiasi terhadap konsistensi Gus Rodhi yang selama ini aktif mendatangi masyarakat dari desa ke desa dan dari majelis ke majelis.
“Yang jelas perjuangan Gus Rodhi tidak sia-sia, membangun budaya, semangat bershalawat dekat dengan Allah SWT dan Nabi SAW terus dikembangkan,” katanya.

Gus Rodhi: Jamaah Hadir karena Cinta Bershalawat
Sementara itu, Gus Rodhi dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh jamaah BSL yang datang dari berbagai penjuru Lampung.
Ia mengaku tidak menyangka antusiasme masyarakat terhadap Harlah Nawarsa ke-9 tetap tinggi.
Menurut Gus Rodhi, kehadiran ribuan jamaah menjadi bagian penting dalam perjalanan Majelis Bahrusy Syafaat.
“Panjenengan-panjenengan semua masih cinta terhadap Majelis Bahrul Syafa’ah. Panjenengan semua, saya yakin yang hadir di sini semuanya mengharap syafa’at Baginda Muhammad,” ujar Gus Rodhi.
Gus Rodhi juga menyinggung konsep pelaksanaan Harlah tahun ini yang tetap dihadiri banyak jamaah meski sosok artis tidak menjadi daya tarik utama seperti pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya.
Ia menyebut kehadiran jamaah menunjukkan kecintaan mereka terhadap majelis dan kegiatan shalawat.

“Biasanya Harlah Majelis Bahrul Syafa’ah setiap tahun itu pasti ada artis. Tapi pada malam hari ini sosok artis itu tidak kita tampakkan. Dan panjenengan masih tetap berangkat, panjenengan masih tetap budhal,” katanya disambut sorakan jamaah.
Ia kemudian mengajak seluruh jamaah untuk bersama-sama melantunkan shalawat sembari menunggu kehadiran Gubernur Lampung memberikan sambutan.
Gus Rodhi juga menyampaikan doa untuk para jamaah yang hadir, termasuk mendoakan kesehatan, kelancaran rezeki, keluarga yang sakinah mawaddah warahmah serta keturunan yang saleh dan salehah.
“Yang punya hutang, lunas hutangnya. Yang punya penyakit, pulang dari sini hilang penyakitnya. Yang punya penyakit kanker, kantong kering, mudah-mudahan segera terisi dompetnya,” ujar Gus Rodhi yang kembali disambut tawa dan antusiasme jamaah.

Dimeriahkan Daus Mini dan Aziz Gagap
Harlah Nawarsa ke-9 Majelis Bahrusy Syafaat Lampung juga berlangsung semakin semarak dengan hadirnya sejumlah pengisi acara.
Ceramah agama disampaikan Ustaz Hasan Kosasi. Sementara suasana hiburan turut dimeriahkan artis komedi Aziz Gagap dan Daus Mini bersama tim.
Rangkaian kegiatan juga diisi lantunan shalawat dan penampilan Hadrah Majelis Bahrusy Syafaat.
Gus Rodhi secara khusus menyampaikan apresiasi kepada para jamaah, tim hadrah, panitia, sponsor, donatur serta berbagai pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia menyebut dukungan datang dari berbagai unsur, mulai dari penyedia sound system, lighting, videotron hingga tim media yang terlibat dalam pelaksanaan Harlah.
Di hadapan jamaah, Gus Rodhi juga mendoakan para donatur dan sponsor agar diberikan kelancaran rezeki dan keberkahan.
Bagi jamaah yang hadir, Harlah Nawarsa ke-9 tersebut bukan sekadar agenda tahunan. Lapangan Kampung Astomulyo malam itu menjadi ruang berkumpulnya masyarakat untuk bershalawat, bersilaturahmi dan mengikuti pengajian bersama.
Sembilan tahun perjalanan Majelis Bahrusy Syafaat pun diperingati dengan semangat yang sama: menjaga tradisi shalawat sekaligus mempererat hubungan antara majelis, ulama, pemerintah dan masyarakat.
Dari Astomulyo, lantunan shalawat menggema di tengah ribuan jamaah yang datang dari berbagai penjuru Lampung. (*)












