Tragis, Anggota Satsabara Polres Lamtim Meninggal Diamuk Masa, Begini Kata Kapolres I Made Rasma Kronologinya !

Keterangan foto : Kapolres Lamteng AKBP I Made Rasma, S.Ik., M.SI., didampingi Kasat Reskrim AKP Yuda Wira Negara, SH, S.Ik., beserta Anggota Tekap 308 Polres Lamteng gelar ekspos 18 tersangka pengroyokan Anggota Satsabara Polres Lamtim yang meninggal diamuk masa. Rabu (05/02/2020).

INTAILAMPUNG.COM – Polres Lampung Tengah ungkap fakta atas pengroyokan Bripka Ahmad Jamhari Anggota Satsabara Polres Lampung Timur yang meninggal akibat diamuk masa.

Dari hasil olah TKP dan penyelidikan, korban Ahmad Jamhari meninggal di TKP Kampung Sanggar Buana Jalan Lintas Pantai Timur, Sumatra, Kecamatan Seputih Banyak, Lamteng, pada Senin 3 Februari 2020, akibat pelaku mengancam pengendara yang lewat di jalan dengan mengunakan sajam, yang kemudian di amuk warga setempat.

Dari aksi main hakim sendiri tersebut, Polres Lamteng telah menetapkan sebanyak 18 orang pelaku sebagai tersangka, atas penganiayaan yang mengakibatkan kematian terhadap Bripka Ahmad Jamhari.

Kapolres Lamteng AKBP I Made Rasma, S.Ik., M.SI., didampingi Kasat Reskrim AKP Yuda Wira Negara, SH, S.Ik., mengatakan, bahwa dari jumlah 18 tersangka yang ditangkap, masih ada dua pelaku lain yang menjadi DPO. “14 pelaku kita amankan 4 menyerahkan diri, dua pelaku DPO. Jumlah keseluruhan ada 20 tersangka,” kata Kapolres I Made Rasma, dalam ekspos yang dilakukan di depan Kantor Satreskrim, Polres Lamteng, Rabu (05/02/2020).

Dijelaskan Kapolres I Made Rasma, bahwa dari keronologi di lokasi kejadian, korban alm Ahmad Jamhari sekira pukul 02:15 wib pagi, menghentikan setiap kendaraan yang datang dengan berjalan kaki, dan menyabetkan senjata tajam kepada orang yang melintas.

“Warga yang ketakutan akibat ulah pelaku meminta tolong, yang kebetulan di dekat lokasi ada orgen tunggal. Lalu warga yang berkerumun mendatangi lokasi. Melihat pada saat itu, pelaku masih mengayunkan parang sambil melakukan pengancaman bahkan ada motor warga yang kena parang. Warga pun melakukan perlawanan,” ucap Kapolres menceritakan keronologinya.

  Bupati Loekman Serahkan 635 SK Kenikan Pangkat PNS Lamteng

Dikatakan Kapolres, warga awalnya ketakutan. Namun ada warga 2 – 4 orang yang melakukan pelemparan dengan batu dan botol. Karena mengenai pelaku, warga lain ikut melakukan penyerangan kepada alm Ahmad Jamhari ini dengan balok Kaso yang panjangnya 70 cm. “Kemudian warga lainnya menimpuk pelaku dengan benda keras yang ada di sekitar lokasi. Berupa batu bata, botol, dan lebih dominan batu, akhirnya korban pun terjatuh. Setalah korban jatu, masih dilakukan penyerangan sampai korban tak berdaya,” jelasnya.

Lanjut dikatakan Kapolres, sebagian masyarakat yang mengetahui peristiwa tersebut, kemudian melapor ke Polsek Seputih Banyak sekira pukul 03:00 wib, kemudian anggota menuju lokasi. Namun sesampainya dilokasi anggota menemukan korban sudah dalam keadaan tergeletak. Kemudian anggota dibantu perangkat desa dan kecamatan melakukan pengamanan di TKP. Membawa korban Ahmad Jamhari ke Puskesmas dan dilakukan visum. Berdasarkan analisis dari dokter Puskesmas menyatakan bahwa yang bersangkutan meninggal dunia.

Kemudian Kapolsek Seputih Banyak berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Lamteng. Untuk kepentingan penyelidikan akhirnya jasat Ahmad Jamhari dikirim ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung.

Kapolres menambahkan, Selanjutnya kami berkoordinasi dengan Polda Lampung, kemudian kita bentuk tim, dan di beakup penuh oleh ditreskrimum Polda Lampung, serta tim Resmop Polda Lampung bergabung dengan Tekap 308 Polres Lamteng dan Polsek Seputih Banyak, bergerak melakukan olah TKP mengumpulkan keterangan dan alat bukti lainnya. Selanjutnya, kami lakukan pengejaran terhadap para pelaku, yang diduga sebagai pelaku pengroyokan, terhadap Alm Ahmad Jamhari.

“Dari pengejaran, kita telah mengamankan 18 orang yang diduga kuat menjadi pelaku tindak pidana pengroyokan terhadap Ahmad Jamhari. Yang terjadi pada Senin 3 Februari 2020. Kepada terduga pelaku ini kami akan kenakan pasal 170 ayat dua ke 3 dengan ancaman 12 tahun penjara,” tegas Kapolres.

  Tahu Akan Digrebek, Para Pelaku Sabung Ayam Kabur Saat Akan Ditangkap

Sementara, saat ditanya apakah korban anggota polisi aktif ? Kapolres menerangkan, bahwa saat dilakukan penguraian korban almarhum Ahmad Jamhari merupakan anggota Polri aktif yang bertugas di Satuan Sabara Polres Lamtim dengan pangkat Bripka.

Ditanya apakah dari 18 tersangka ada pembedaan hukuman ? Kapolres kembali menjawab sementara masih di kembangkan. Nanti akan kita lihat berdasarkan hasil penyelidikan dan laporan masing-masing.

Disinggung mengenai apakah korban saat mengacungkan atau mengayunkan parang ke warga yang melintas di jalan dalam keadaan terpengaruh minuman keras ? Kapolres menjawab, bahwa masih menunggu laporan lab. Korban terpengaruh minuman alkohol atau tidak.

“Saat di amuk masa, dalam posisi gelap para pelaku tidak mengenali korban Ahmad Jamhari sebagai anggota. Sebab, korban tidak mengenakan identitas ataupun seragam dinas,” tutupnya. (intai).

Baca Juga

LAINNYA