Kapal Asing Dirampok di Perairan Lampung, Basarnas : WNA Dalam Kondisi Selamat


Basarnas dan kepolisian bersama WNA (Ist)

Bandar Lampung, Intailampung.com-kapal jenis yacht yang berlayar dari Australia saat melintas di perairan perbatasan Lampung dengan Sumatera Selatan, mengalami perampokan. Kapal yacht dengan nama lambung Hoopla itu diamankan Tim Polairud Polda Lampung, Basarnas Lampung dan Polres Tulang Bawang di perairan Kuala Teladas, pada Selasa (26/5/2020) siang. Sebuah kapal tersebut mengalami tindakan pencurian kekerasan.

Basarnas melalui Kakansar Lampung Jumaril, memastikan bahwa WNA asal Australia dalam kondisi selamat pada Kamis (28/05).

Kronologis kejadian ini berawal dari sinyal distress (sinyal mara bahaya) yg dipancarkan oleh EPIRB dgn Hex ID : 3EF48B31BF81FE0 yg memancar pada tanggal 24 Mei 2020 pkl. 06.54 WIB pada koordinat 3°58.400′ S – 105°53.000′ E di daratan Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Signal tersebut ditangkap oleh Local User Terminal (LUT) di kantor Pusat Basarnas yg kemudian diteruskan ke kantor SAR terdekat yaitu Palembang dan Lampung. Sesuai ketentuan _Internasional Aeronautical and Maritime Search And Rescue,_ serta _COSPASS/SARSAT Regulation_ maka Indonesia (Basarnas) wajib menindaklanjuti informasi signal marabahaya tersebut untuk memastikan apakah benar-benar telah terjadi kecelakaan atau tidak. Dari hasil penyelidikan yg dilakukan oleh tim basarnas Palembang dan Lampung diperoleh data bhw EPIRB dgn Hex ID tersebut adalah terdaftar sebagai milik Kapal Yacht bernama Hoopla dan berbendera Australia. Kapal yacht Hoopla diawaki oleh 1 orang penumpang WNA asal Australia bernama Nowicki Tadeusz (70).

Berdasarkan informasi dari berbagai sumber diketahui kapal yacht saat ini berada di perairan Kuala Teladas, Tulang Bawang Lampung. Basarnas Lampung dan Palembang berkoordinasi dengan unsur terkait melacak kebenaran info tersebut Pada Senin (25/05) pihak Basarnas bersama Dit. Polairud Polda Lampung pos Kuala Teladas melakukan pengecekan langsung ke atas kapal yacht Hoopla, saat itulah nakhoda kapal yang berlayar sendiri tersebut mengungkapkan bahwa yang bersangkutan telah mengalami perompakan saat berada di perairan OKI, sumatera selatan.

  Joko Santoso Minta Pemerintah Pusat Perhatikan Kesejahtraan Pendamping PKH

Pada Kamis (28/05) Kepala Basarnas Lampung Jumaril, memantau langsung keberadaan WNA tersebut dan memastikan bhw ybs dalam kondisi selamat. Dalam pantauan tersebut hadir pula pihak perwakilan Kantor Imigrasi Propinsi Lampung juga meninjau dan memeriksa keadaan yang bersangkutan dari sisi keimigrasian.

Koordinasi antar instansi terus dilakukan antara Basarnas, Direktorat Polairud Polda Lampung, Keimigrasian Lampung, Polres Tulangbawang, Pos KPLP Kuala Teladas, Polsek Dente Teladas, Polairud Polres Oki, Pos AL Kuala Teladas, dan Perangkat desa Kuala Teladas untuk membantu korban dengan mengedepankan sisi kemanusiaan. Atas kerja keras jajaran polres OKI melalui satpolairud dan Polsek sungai meneng, sebagian besar barang-barang korban yang dijarah sudah dapat ditemukan dan sebagian sudah dikembalikan kepadq korban, terutama peralatan yg sangat dibutuhkan untuk melanjutkan pelayaran kembali ke negara asalnya.

“Kami (Basarnas.red) sudah dapat memastikan bahwa signal distress yang memancar benar berasal dari kapal Hoopla dan saat ini kapal sudah tidak dalam keadaan darurat atau kecelakaan. Adapun proses lebih lanjut terkait yg dialami oleh korban sepenuhnya menjadi kewenangan pihak-pihak terkait” ungkap Jumaril. (Bom)

 

 

 

Baca Juga

LAINNYA