Parah… DD di Lambar Diduga Jadi Bancakan Korupsi, Mantan Pj Kades Fajar Agung Siap Jadi Saksi

INTAILAMPUNG.COM – Sahperi Warga Peribumi Asli Lampung Barat sekaligus mantan Pj Kepala Desa Fajar Agung, Kecamatan Belalau Kabupaten Lampung Barat (Lambar) 2019, bersama Aktifis Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GABAK) Provinsi Lampung lakukan aksi unjuk rasa di gedung Kantor Kejaksaan Tinggi Lampung, guna melaporkan pengunaan Dana Desa (DD) yang diduga menjadi bancakan korupsi di Kabupaten setempat. Senin (23/11/2020)

Sahperi yang bersetatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) tampil menjadi Sosok Revolusioner bagi setiap penggerak Anti Korupsi khusunya di Kabupaten Lampung Barat.

Paaalnya, Sahperi secara gamlang dan terang terangan berani membongkar skandal dugaan setoran Dana Desa (DD) di Lampung Barat yang sudah merugikan keuangan negara hingga Rp.10.480.000.000.00,-.

Bahkan pihaknya siap mempertaruhkan jabatannya sebagai seorang PNS demi terciptanya rasa keadilan, kemajuan Lambar serta penegakan hukum yang profesional dan berintegritas.

“Saya siap memberikan keterangan yang sebenar benarnya soal setoran dana desa dan saya siap dipecat jika saya memberikan keterangan yang salah atau tidak benar,” tegas Sahperi

Setalah melakukan aksi unjuk rasa di gedung Kejati Lampung, pihaknya akan bergerak menuju senayan di Jakarta untuk tetap menyuarakan dugaan setoran dana desa ini kepada pihak Kejaksaan Agung RI, Komisi Pemberantasan Korupsi KPK RI, hingga akan berorasi di-depan Istana Negara.

“Misi kami hanya satu, yaitu menyuarakan kebenaran dan mencari keadilan. Untuk itu saya harap melalui gerakan ini, akan menggugah hati nurani para aparat penegak hukum agar tidak diam dan segera melakukan penegakan hukum mengenai indikasi korupsi,” tambahnya.

Kata dia, paling lambat pekan mendatang pihaknya akan buka suara di senayan hingga istana-instansi pemerintah lainya. “Semoga dengan perjuangan ini, akan mambantu menyelamatkan seratus tiga puluh satu Desa/Pekon di Lampung Barat dari tirani korupsi yang menyengsarakan rakyat,” tegasnya. (Lia/Korwil Intai Lampung)