Sumarsono Dukung Petani Milenial Tanam Mina Padi

Bibit Lokal Lampung MSP 13-B Jadi Percontohan 

INTAILAMPUNG.COM – Ketua DPRD Kabupaten Lampung Tengah Sumarsono sangat mendukung langkah petani milenial dalam pengembangan Tanam Mina Padi di Kota Metro.

Hal ini disampaikan Sumarsono saat menghadiri Festival Tanam Mina Padi bersama Petani Milenial di Kampung Peng-Angguran Kota Metro, Minggu (5/11).

“Tentu kita sangat mendukung dan mengapresiasi langkah petani milenial dengan metode pengembangan pertanian Tanam Mina Padi seperti ini,” ucapnya.

Sumarsono mengatakan, bahwa dalam proses Tanam Mina Padi, bibit padi yang di gunakan harus unggul dan berkualitas serta tahan rebah, selain itu juga harus memiliki akar yang kuat.

“Nah dalam ujicoba percontohan Tanam Mina Padi di Kampung Peng-Angguran Kota Metro ini, kita gunakan bibit lokal Lampung MSP 13-b, yang kita pastikan sangat cocok untuk proses Tanam Mina padi,” kata Sumarsono yang juga Koordinator MSP Provinsi Lampung.

Harus dikatahui, bahwa Mina Padi merupakan konsep usaha tani gabungan yang memanfaatkan genangan air sawah yang tengah ditanami padi sebagai kolam untuk budidaya yang memaksimalkan hasil tanah sawah.

Dengan konsep Mina Padi petani mampu meningkatkan efisiensi lahan, karena satu lahan menjadi sarana untuk budidaya dua komoditas pertanian sekaligus.

Selain keuntungan dari tanaman padi, petani juga mendapatkan keuntungan dari hasil pembesaran ikan sekaligus mengurangi biaya pestisida dan pupuk.

Untuk itu, kata Sumarsono, proses tanam padi semacam ini harus mengunakan metode dan konsep penanaman bibit unggul. “Dan disini kita gunakan bibit lokal Lampung MSP 13-b dengan perlakuan organik secara mina padi,” jelasnya.

Sumarsono menjelaskan, bahwa dirinya akan mengimplementasikan konsep tanam mina padi di Lampung Tengah. “Setelah di Kota Merto, kita juga akan terapkan konsep Tanam Mina Padi untuk petani di Lamteng,” bebernya.

  KPU Merto Bakar Ribuan Surat Suara Rusak

Sumarsono menambahkan, pihaknya sangat mengapresiasi terciptanya Kampung Peng-Angguran di Kota Metro. Karena menjadi tempat objek wisata juga memiliki produk ekonomi kreatif.

“Disini selain sebagai objek wisata juga memiliki produk ekonomi kreatif yang bisa meningkatkan penghasilan masyarakat sekitar,” pungkasnya.

Untuk diketahui, dalam acara Festival ini turut hadir Ancila Hernani selaku anggota DPRD Kota Metro, Kepala Dinas Pariwisata Kota Metro Tri Hendriyanto, Pemulia Padi MSP Surono Danu, perwakilan SMP Muhamadiyah Al-Ghifari, Komunitas Mari Sejahterakan Petani (MSP) Kota Metro dan masyarakat sekitar. (red)

Baca Juga

LAINNYA