Ket, Foto: Dialog antara warga Kampung Jambu dan PT LDC, Rabu 1 Maret 2023.
INTAILAMPUNG.COM – Komisi III DPRD Bandar Lampung menilai hasil dialog antara warga Kampung Jambu, Kelurahan Way Lunik, Kecamatan Panjang dan PT Louis Dreyfus Company (LDC) Rabu, 01 Maret 2023 kemarin masih belum berpihak kepada warga.
Sebab, dewan menganggap LDC tidak segera merespon keluhan prioritas dari warga, misalnya percepatan penanganan penderita ISPA. LDC meminta waktu sepekan untuk menjawab semua tuntutan warga.
“Harusnya kan masalah ini udah beres setelah adanya rapat dengar pendapat kemarin dan dewan sidak kelapangan,” ujar Ketua Komisi III DPRD Bandar Lampung, Dedi Yuginta, Kamis, (02/03/2023).
Menurutnya waktu yang diminta LDC untuk menindaklanjuti keluhan ISPA dimasyarakat dianggap sudah terlalu lama. Sebab, kata dia, persoalan kesehatan masyarakat harus disikapi serius.
“Gak bisa di anggap enteng persoalan kesehatan masyarakat ini, apalagi sudah ada tiga orang penderita ISPA yang dilaporkan ke kami. Nanti dulu lah urusan prosedural perusahaan, harus rapat dulu lah, harus dibicarakan dengan pimpinan dulu lah, yang benar itu tangani dulu yang sakit baru bicara prosedural,” ketusnya.
Dedi menyampaikan, dalam waktu dekat pihaknya akan mengajak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bandar Lampung untuk segera turun ke lapangan melihat kondisi warga serta mencarikan jalan keluarnya.
“Dari awal kami koordinasi dengan DLH. Jadi nanti juga kita akan ajak DLH turun bersama. Yang jelas secepatnya menyesuaikan agenda kerja komisi III yang akhir-akhir ini jadwalnya memang lumayan padat,” urainya.
Dikatakanya, DLH atas nama Pemkot Bandar Lampung pun harus pro aktif dan tegas dalam penyelesaian persoalan itu. “Ya tentu kita minta DLH serius menanganinya, karena ini menyangkut kesehatan dan keselamatan orang banyak,” tegasnya.(*)
Laporan/Editor: Ibrahim Hayat












